pickleballvnz.com

Citi Indonesia cetak laba bersih Rp994 miliar di semester I-2026

pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid dan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga mendekati nol, mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indon...

pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid dan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga mendekati nol, mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Citibank, N.A., Indonesia membukukan laba bersih senilai Rp994 miliar pada semester I-2026, atau cenderung moderat yang diakibatkan oleh volatilitas pasar yang berdampak terhadap keuntungan penjualan aset keuangan perseroan.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid dan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga mendekati nol, mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia.

"Kami terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu Banking, Markets, dan Services, sekaligus menghadapi dinamika perekonomian dengan keyakinan dan kehati-hatian,” ujar Batara dalam Paparan Kinerja Semester I-2026 Citi Indonesia di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Citi Foundation-Save the Children kolaborasi bantu korban banjir Sumut

Baca juga: Citibank: Dana SAL Rp76 triliun di perbankan perluas penyaluran kredit

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit perseroan tumbuh 8,05 persen year on year (yoy) menjadi Rp29,9 triliun pada semester I-2026, dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan risiko serta mempertahankan kualitas aset yang baik.

Rasio NPL perseroan terjaga di level 0,19 persen, dengan posisi permodalan tetap solid dan Rasio Kecukupan Modal (CAR/KPMM) sebesar 31,43 persen pada semester I-2026, atau jauh di atas persyaratan minimum.

Kemudian, posisi likuiditas perseroan tercatat baik dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 276,26 persen pada semester I-2026.

Pada semester I-2026, perseroan mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 23,29 persen (yoy) menjadi Rp72,6 triliun, dengan pertumbuhan Giro sebesar 36,54 persen (yoy) menjadi Rp60,4 triliun.

Kinerja perseroan turut mendorong rasio Low-Cost-Fund tumbuh menjadi 83,23 persen, atau meningkat dari sebesar 75,16 persen pada periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Citi Indonesia proyeksikan ekonomi RI tumbuh 5,3 persen pada 2026

Baca juga: Citi Indonesia catat laba bersih Rp2,3 triliun pada triwulan III 2025

Pada semester I-2026, perseroan tetap mempertahankan pengelolaan biaya yang prudent, dengan Rasio Biaya terhadap Pendapatan atau Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 51,17 persen.

Sepanjang semester I-2026, dengan memanfaatkan jaringan global, Citi terlibat dalam beberapa transaksi yang menunjukkan luasnya kapabilitas Corporate Banking, di antaranya :

  1. ​​​​​​​Citi berperan sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner untuk Penerbitan Obligasi Global Perdana senilai 1,5 miliar dolar AS untuk PT Danantara Investment​​​​​​​ Management​​​​​​​
  2. Citi berperan sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner untuk Penerbitan Obligasi Global senilai 1,5 miliar dolar AS untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)​​​​​​​
  3. Citi berperan sebagai Mandated Lead Arranger untuk Sindikasi Pinjaman 3 tahun senilai 1 miliar dolar AS untuk PT Danantara Investment Management​​​​​​
  4. Citi berperan sebagai Exclusive Financial Advisor bagi PT Indosat Ooredoo​​​​​​​ Hutchison dalam menyelesaikan pemisahan (carve-out) bisnis infrastruktur serat optik.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.