pickleballvnz.com

Ciri Kepribadian Orang yang Paling Pendiam saat Kumpul Bareng

Jakarta - Saat kumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja, biasanya ada satu orang yang lebih mendengarkan daripada berbicara. Sikap ini sering kali membuat...

Jakarta -

Saat kumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja, biasanya ada satu orang yang lebih mendengarkan daripada berbicara. Sikap ini sering kali membuat orang lain menganggapnya pemalu, pendiam, atau kurang percaya diri.

Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar, Bunda. Menurut psikolog, seseorang yang memilih diam di tengah keramaian bisa memiliki alasan yang jauh berbeda dari asumsi kebanyakan orang.

Di balik sikapnya yang pendiam, mereka memiliki sejumlah kepribadian unik yang mungkin tidak disadari oleh orang-orang di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alasan seseorang banyak diam saat kumpul bareng

Dilansir Parade, psikolog klinis dan pendiri Sorted-Mind.com, Dr. Rana Pishva, ada sejumlah alasan mengapa seseorang mungkin tetap diam ketika dikelilingi oleh orang lain.

“Sebagian orang merespons dengan cepat ketika sebuah pertanyaan diajukan kepada mereka karena cemas, antusias, atau percaya diri. Yang lain menunggu lebih lama,” ujar Rana.

Ia menjelaskan mudah untuk berasumsi bahwa orang yang diam itu tidak percaya diri atau kurang berpengetahuan, atau orang tersebut cemas dan teralihkan perhatiannya.

Meskipun itu semua memang alasan umum mengapa orang mungkin tidak berbicara dalam sebuah kelompok, dalam banyak kasus, orang tersebut sebenarnya cukup percaya diri, cerdas, dan mantap.

Menurut Rana, orang yang cenderung paling pendiam saat berada di sekitar orang lain sering kali memiliki ciri-ciri kepribadian berikut:

1. Pemikir yang mendalam

Jika ada seseorang yang membutuhkan waktu lama untuk merespons, mungkin mereka sedang mempertimbangkan reaksinya dengan matang.

“Para pemikir mendalam akan membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons (dan mungkin memilih untuk tidak merespons sama sekali) karena mereka benar-benar masih berpikir, atau tidak memiliki jawaban yang memenuhi kebutuhan mereka akan kedalaman pemikiran,” jelas Rana.

Para pemikir mendalam menikmati tantangan intelektual dan ingin memproses informasi dengan cermat dan dari berbagai perspektif sebelum memberikan pendapat.

“Mereka memilih respons yang bijaksana berdasarkan argumen logis daripada jawaban reaktif atau dangkal. Respons mereka cenderung lebih rinci, bernuansa, dan kreatif,” tuturnya.

2. Memiliki pola keterikatan menghindar

Menurut Rana, seseorang yang pendiam mungkin memiliki pola keterikatan menghindar. Mereka mungkin merasa tidak aman dalam hubungan dan kesulitan untuk dekat dengan orang lain.

Jadi, seseorang dengan pola ketertarikan menghindar mungkin memilih untuk tetap diam dalam percakapan, terutama jika topiknya tegang, emosional, atau memecah belah.

“Individu dengan kecenderungan keterikatan menghindar menunjukkan penurunan aktivasi terhadap tekanan emosional pada tingkat neurologis karena mereka telah belajar untuk menekan materi emosional,” ujar Rana.

“Karena keintiman, kedekatan, dan konflik terasa tidak nyaman, seseorang dengan pola ini mungkin memilih untuk tetap diam untuk menghindari ketegangan atau kerentanan dalam mengungkap pendapatnya. Mereka lebih nyaman mendengarkan, meskipun mendengarkan secara emosional secara mendalam mungkin juga sulit,” sambungnya.

3. Mengalami penurunan kinerja

Rana menjelaskan orang yang cenderung pendiam lebih suka menyendiri atau mengalami penurunan kinerja. Mungkin mereka mengalami kesulitan dalam hal-hal seperti pengambilan keputusan, datang tepat waktu, dan mengelola tugas-tugasnya.

“Dalam konteks sistem keluarga, sikap tidak bersuara dan menarik diri dapat menjadi peran yang diberikan kepada anggota keluarga yang diharapkan untuk melakukan apa yang diperintahkan, tidak memiliki pendapat, atau mengikuti orang lain daripada mengembangkan keyakinan dan prinsip mereka sendiri yang jelas,” ujar Rana.

Menentang peran ini dapat memiliki konsekuensi negatif, seperti penolakan, pengucilan, atau ejekan yang memperkuat strategi tersebut.

Akibatnya, seseorang yang tumbuh sebagai individu yang kurang berfungsi mungkin membawa ketakutan tersebut hingga dewasa, dan suara kecil di dalam kepalanya mungkin menyuruhnya untuk tidak berbicara sembarangan.

4. Percaya diri

Seseorang yang pendiam mungkin terlihat pemalu, tetapi sebenarnya mungkin sangat percaya diri sehingga mereka tidak merasa perlu untuk berbicara.

“Kepercayaan diri tidak perlu diungkap secara lantang, justru sebaliknya. Seseorang yang memilih untuk tetap diam mungkin memiliki cukup keyakinan diri sehingga mereka tidak bergantung pada perhatian orang lain untuk mengetahui nilai dirinya,” jelas Rana.

Orang yang percaya diri tidak terburu-buru mengisi keheningan, memamerkan pengetahuan, atau menjelaskan secara berlebihan. Sebaliknya, mereka tampil dengan cara yang langsung, ringkas, dan jelas jika diperlukan.

Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang paling pendiam saat kumpul bareng. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)