Cianjur maksimalkan pompanisasi untuk tambah debit air irigasi - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara guna mengantisipasi dampak kekeringan di 15 kecamatan, salah satunya memaksimal...
Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara guna mengantisipasi dampak kekeringan di 15 kecamatan, salah satunya memaksimalkan pompanisasi guna menambah debit air di saluran irigasi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Cianjur Dandan Hendrayana di Cianjur, Kamis, mengatakan data terakhir pada 31 Juli tercatat ada 960 hektare lahan persawahan di 13 kecamatan terancam kekeringan, dengan paling luas berada di Kecamatan Cibeber seluas 191 hektare lahan sawah.
Sedangkan sisanya, lanjut Dandan, tersebar di Kadupandak, Sukanagara, Pegelaran, Gekbrong, Cugenang, Pasir Kuda, Campaka, Cilaku, Karangtengah, Ciranjang dan Naringgul
"Terkait dampak terbagi dalam empat tingkatan, ringan, sedang, berat, dan fuso, dimana terdampak berat terdapat di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Cibeber, Gekbrong, Cilaku, dan Sukaluyu," katanya.
Lahan persawahan yang terdampak sedang tercatat sekitar 13 hektare dan terjadi di Kecamatan Haurwangi, Cikalongkulon, Sukaluyu, Gekbrong, Cilaku, dan Cibeber, dimana berbagai upaya termasuk pemasangan pompanisasi dilakukan guna antisipasi.
Untuk lahan terdampak ringan mencapai 146 hektare terdiri dari 52 hektare di Kecamatan Sukaluyu, 26 hektare di Haurwangi 14 hektare, Ciranjang 10 hektare, Cibeber 34 hektare, dan Pagelaran 10 hektare.
Dandan mengatakan, guna menjamin produksi padi tetap berjalan maksimal di sejumlah wilayah, pihaknya melakukan berbagai upaya agar lahan terdampak kembali pulih dengan cara penambahan debit air dan pompanisasi di 13 kecamatan terutama yang memiliki saluran irigasi.
"Berbagai cara dilakukan agar produksi padi tetap maksimal meski musim kemarau, sehingga target serapan Gabah Kering Giling dapat tercapai sebesar 630.402 ton dari luas tanam sekitar 140 ribu hektare," katanya.
Dia menambahkan, sebelum masuk musim kemarau penanganan kekeringan pada musim tanam April-September menjadi prioritas agar selama musim kemarau lahan pertanian tetap mendapat pasokan air yang cukup dari berbagai sumber selain irigasi.
Selain itu, lanjutnya, dilakukan pengawasan ketat dengan mengintensifkan petugas kontrol di pintu air agar aliran tetap fokus ke lahan pertanian, termasuk optimalisasi pompa dan penyesuaian jadwal tanam, mendorong penggunaan irigasi perpompaan secara merata dan menyesuaikan pola tanam.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.