Cerita Rafki, Menembus Sungai hingga Pegunungan Demi Bantu Korban Gempa NTT
Liputan6.com, Jakarta - Sudah 24 hari Muhammad Rafki Razif Kiransyah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia datang sebagai relawan Hands Foundation untuk menyalurkan bantuan sekaligus membantu warga terdampak...
Liputan6.com, Jakarta - Sudah 24 hari Muhammad Rafki Razif Kiransyah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia datang sebagai relawan Hands Foundation untuk menyalurkan bantuan sekaligus membantu warga terdampak gempa bumi.
Menjadi relawan di tengah situasi pascagempa bukan hal mudah. Rafki harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mencapai lokasi terdampak. Melewati jalan berbatu, sungai, hingga kawasan pegunungan yang sulit dilalui kendaraan.
Jarak antarkecamatan di NTT menjadi tantangan besar. Rafki menceritakan, salah satu perjalanan yang cukup berat dilaluinya saat mendistribusikan bantuan ke pegunungan Kecamatan Elar, Manggarai Timur.
Dari Kecamatan Reok, Manggarai, dia harus menuju Ruteng sekitar dua jam. Perjalanan kemudian dilanjutkan sekitar tiga jam menuju Elar. Setelah itu, dia kembali menempuh perjalanan sekitar satu hingga dua jam menuju titik terdampak di kawasan pegunungan.
“Jadi sekitar tujuh jam untuk kita sampai mendistribusikan bantuan ke warga di sana,” cerita Rafki kepada Liputan6.com, Kamis (10/9/2026).
Tidak semua lokasi terdampak bisa dijangkau menggunakan kendaraan biasa. Ada titik yang hanya bisa diakses menggunakan motor trail karena kondisi jalan yang berbatu dan sulit dilalui.
Rafki bahkan sempat mengalami kecelakaan saat mengantar bantuan ke Elar. Ketika melintasi jalan berbatu dan sungai menggunakan motor trail, dia terjatuh setelah hampir bersenggolan dengan warga yang melaju dari arah berlawanan.
Akibat kejadian itu, Rafki mengalami luka di tangan kanan, tangan kiri, kaki kiri, dan lutut kiri.
“Alhamdulillah sesampai di posko kesehatan saya langsung ditangani di sana,” ujarnya.
Tantangan lain yang dihadapi Rafki adalah minimnya bahan bakar minyak (BBM). Keterbatasan ini membuat relawan harus mengatur distribusi bantuan dengan matang.
Bantuan yang sudah dikumpulkan di satu titik tidak bisa begitu saja dikirim ke semua wilayah secara bersamaan. Perlu dihitung cermat jarak dan kebutuhan bahan bakar untuk mencapai lokasi.
"Kita harus memanage bagaimana pendistribusian yang dilakukan dari hari ke harinya,” katanya.
Untuk menjangkau berbagai lokasi, Rafki bersama tim terkadang menggunakan empat mobil pikap dan satu truk. Kendaraan tersebut membawa berbagai kebutuhan warga, mulai dari beras, air mineral, selimut, tenda, terpal hingga obat-obatan.
Air mineral menjadi salah satu kebutuhan yang cukup sulit didapatkan di sejumlah wilayah terdampak. Selain bantuan logistik, para relawan juga memberikan trauma healing kepada anak-anak dan penyintas gempa.
Trauma healing dilakukan bersama sejumlah lembaga dan komunitas, di antaranya Rangkul Foundation, Niqab Squad, dan komunitas Fruit Rave Journey.