pickleballvnz.com

Cerita Korban Keracunan 88 Seoul: Komplen tak Digubris, tak Minta Maaf, Ulasan di Google Dihapus |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ria Isti (35 tahun) membagikan pengalaman tidak menyenangkannya saat makan di restoran 88 Seoul, Paskal 23, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026) malam. Usai menyantap makanan ...

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ria Isti (35 tahun) membagikan pengalaman tidak menyenangkannya saat makan di restoran 88 Seoul, Paskal 23, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026) malam. Usai menyantap makanan bersama adiknya, ia mengaku mengalami gejala muntah-muntah dan pusing hingga keracunan makanan.

"Sekarang saya masih lemas, tadi pagi sudah sempat ke dokter karena buang air besar masih cair sama adik," ucap dia saat dihubungi, Rabu (7/10/2026).

Ria berdua dengan adiknya sengaja datang ke 88 Seoul untuk makan menghabiskan kurang lebih Rp 200 ribu lebih. Ia pun memilih makanan yang bukan promo di akhir pekan.

"Aku berdua kan kalau aku sama adik aku tuh biasanya tiap weekend tuh selalu makan di luar. Nah, kebetulan waktu itu tuh aku lihat salah satu konten kreator itu nampilin 88 Seoul ID. Ke situlah aku sama adik aku makan," kata dia.

Ia mengaku berniat menikmati Sabtu malam dengan makan-makan. Namun dia tak menyangka akan keracunan makanan.

"Untuk makanan pun juga waktu kita makan biasa aja, nggak ada yang janggal," kata dia.

Setelah mengalami gejala yang tidak enak, ia mengaku sempat pergi ke puskesmas untuk berobat. Akan tetapi, setelah beberapa hari belum sembuh hingga akhirnya kembali ke dokter hingga akhirnya diberi obat antibiotik.

"Keracunan makanan. Aku dikasih antibiotik sama obat mual juga karena nggak masuk sama sekali makanan. Lemas-lemasnya itu di hari Ahad dan hari Senin," kata dia.

Ia mengaku sempat mengajukan keluhan kepada manajemen melalui direct message akan tetapi tidak direspons. Tanggapan dari pihak manajemen hanya menyampaikan rasa prihatin dan tidak meminta maaf.

"Karena tanggapannya cuma bilang prihatin doang, nggak ada minta maaf atau sama sekali, aku kesal jadi aku tuangin aja ke Thread. Ternyata yang dituangin ke Thread itu bukan cuman aku doang, banyak," kata dia.

Ia mengaku bahkan memberikan rating satu di Google Review, tetapi ulasannya di Google Review dihapus. Dengan kejadian ini, ia mengaku tidak meminta apa pun atau kompensasi. Akan tetapi, ia berharap pihak manajemen terbuka kepada publik.