Cegah ISPA akibat asap karhutla, Pemprov Sumsel minta warga pakai masker
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memotivasi masyarakat di 17 kabupaten dan kota meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah gangguan kesehatan ANTARA News sumsel 5 ...
Cegah ISPA akibat asap karhutla, Pemprov Sumsel minta warga pakai masker
Kamis, 20 Agustus 2026 13:43 WIB
Warga Kota Palembang menggunakan masker hindari kontak langsung dengan udara yang tercemar asap karhutla. ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memotivasi masyarakat di 17 kabupaten dan kota meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah gangguan kesehatan menghadapi puncak musim kemarau 2026, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Menghadapi puncak kemarau tahun ini perlu ditingkatkan PHBS karena terdapat cukup banyak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap dari karhutla mencemari udara," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, Rabu.
Dia menjelaskan, dalam kondisi kualitas udara buruk akibat tercemar asap karhutla, masyarakat harus menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kemudian memperhatikan indikator PHBS seperti mencuci tangan menggunakan air dan sabun, mengonsumsi sayur dan buah-buahan serta rutin melakukan olahraga.
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sebuah rekayasa sosial untuk menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan, guna meningkatkan kualitas perilaku sehari-hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat.
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi beban negara dan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan.
Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat.
Melalui upaya tersebut diharapkan masyarakat dapat terhindar dari segala penyakit terutama yang biasa muncul pada musim kemarau seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), katanya.
Sebelumnya Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara pada bebetapa hari terakhir berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap.
Berdasarkan data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 37,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi adanya asap dari karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.
Dalam kondisi tersebut, warga Kota Palembang dan daerah Sumsel lainnya yang terdampak asap karhutla diimbau agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah agar tidak terpapar udara buruk, harap Wandayantolis.
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026