Cegah informasi palsu, pemprov imbau warga waspadai hoaks lowongan kerja Blok Masela - ANTARA News Ambon, Maluku
AMBON (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku mengimbau masyarakat, khususnya calon pencari kerja yang ingin terlibat dalam proyek Blok Masela, untuk mewaspadai informa...
AMBON (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku mengimbau masyarakat, khususnya calon pencari kerja yang ingin terlibat dalam proyek Blok Masela, untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks terkait pelatihan dan rekrutmen tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku M. Rizal Latuconsina di Ambon, Sabtu, mengatakan setiap informasi yang beredar di masyarakat terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja untuk kebutuhan Blok Masela harus terlebih dahulu dikonfirmasi kepada Disnakertrans Maluku atau Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota masing-masing.
"Saya ingin menginformasikan kepada masyarakat dan calon pencari kerja Blok Masela agar berhati-hati dengan setiap informasi yang saat ini berkembang di masyarakat. Setiap informasi terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja harus dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Disnakertrans Maluku atau kantor Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota setempat," katanya.
Menurut Rizal, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya korban akibat informasi sesat yang berkaitan dengan rekrutmen tenaga kerja untuk proyek Blok Masela.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat pihak-pihak yang mulai mencatut nama Disnakertrans Maluku dalam informasi mengenai pelatihan atau penerimaan tenaga kerja untuk proyek tersebut.
"Sudah ada pihak-pihak yang mulai mencatut nama Disnakertrans, padahal sampai saat ini dinas belum melakukan kerja sama apa pun dengan pihak mana pun terkait rekrutmen tenaga kerja Blok Masela," ujarnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang disebarkan melalui media sosial, pesan berantai, maupun pihak-pihak yang mengaku sebagai perwakilan lembaga atau perusahaan tertentu.
Rizal juga mengingatkan calon pencari kerja agar tidak memberikan sejumlah uang, data pribadi, maupun dokumen penting kepada pihak yang menawarkan pekerjaan atas nama proyek Blok Masela sebelum informasi tersebut dipastikan kebenarannya melalui instansi berwenang.
Di sisi lain, Disnakertrans Maluku terus menyiapkan strategi agar masyarakat Maluku dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek Blok Masela. Salah satunya dengan menargetkan pelibatan 60 persen tenaga kerja lokal pada tahap konstruksi proyek strategis nasional tersebut.
"Kita ingin masyarakat lokal bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengembangan Blok Masela. Karena itu, persiapan tenaga kerja harus dilakukan sejak sekarang," kata Rizal.
Untuk mendukung target tersebut, Disnakertrans Maluku menyiapkan sejumlah langkah, antara lain penguatan pelatihan vokasi sektor minyak dan gas serta rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus migas.
Selain pelatihan vokasi, Disnakertrans juga mendorong penerapan skema alih teknologi melalui program shadowing, yakni menempatkan tenaga kerja lokal untuk mendampingi tenaga ahli sehingga terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan secara langsung.
"Melalui shadowing kita berharap tenaga kerja lokal tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keahlian dari tenaga ahli sehingga kemampuan mereka dapat terus meningkat," ujarnya.
Disnakertrans Maluku juga akan mengawal penerapan norma ketenagakerjaan serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk memastikan tenaga kerja mendapatkan perlindungan dan hak sesuai ketentuan yang berlaku.
Blok Masela merupakan salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia yang berada di Laut Arafura, sebelah selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Proyek pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2029-2030.
Proyek yang dipimpin INPEX Masela Ltd. sebagai operator bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd. tersebut ditargetkan memproduksi sekitar 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun, selain gas pipa dan kondensat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemprov Maluku imbau warga waspadai hoaks lowongan kerja Blok Masela
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.