pickleballvnz.com

Cara Mengenali Bentuk Tubuh dan Risiko Penyakit yang Mengintai

Jakarta - Setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda. Ada yang cenderung menyimpan lemak di area perut, sementara sebagian lainnya lebih banyak mengalam...

Jakarta -

Setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda. Ada yang cenderung menyimpan lemak di area perut, sementara sebagian lainnya lebih banyak mengalami penumpukan lemak di pinggul atau paha.

Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik. Artinya, letak penumpukan berat badan pada setiap orang memang bisa berbeda dan bukan sesuatu yang sepenuhnya dapat dikendalikan.

Meski tidak ada bentuk tubuh yang lebih baik atau buruk, Bunda tetap perlu mengenalinya. Pasalnya, penumpukan lemak di area tertentu, terutama di sekitar perut, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan jika disertai kelebihan berat badan atau obesitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hubungan bentuk badan dan kesehatan

Tipe tubuh Bunda dapat memengaruhi beberapa aspek kesehatan Faktor-faktor yang menentukan tipe tubuh, seperti lemak tubuh dan massa otot, juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan:

1. Ektomorf

Dilansir United States Medical Suppy, tipe tubuh ini ditandai dengan tulang tipis, persendian kecil, kerangka tubuh yang sempit, dan relatif kurangnya lakukan.

Orang dengan bentuk tubuh ini seringkali tampak kurus, sampai-sampai mereka kesulitan menambah berat badan meskipun menginginkannya. Namun, penampilan bisa menipu.

Terutama saat sudah tua, ektomorf dapat memiliki kadar lemak tubuh yang lebih tinggi daripada yang mereka duga. Itu karena tubuh mereka memproses makanan dengan sangat cepat, akibatnya, perkembangan otot bisa lebih sulit bagi ektomorf dibandingkan orang dengan tipe tubuh lainnya.

2. Mesomorf

Tubuh mesomorfik memiliki postur dan kerangka tubuh sedang dan sering disebut sebagai atletis. Orang dengan tipe tubuh ini cenderung lebih mudah membentuk otot. Mereka biasanya memiliki lebih banyak otot daripada lemak.

3. Endomorf

Tipe tubuh endomorfik memiliki lebih banyak lemak tubuh daripada massa otot, terutama di bagian perut.

Mereka memiliki kerangka yang lebih lebar dan padat serta perut dan pinggang yang lebih besar. Ciri-ciri lainnya termasuk bahu dan fitur, wajah yang membulat, leher yang lebih pendek, dan wajah yang lebar.

Risiko kesehatan bagi tipe tubuh endomorf meliputi depresi, penyakit jantung, hipertensi, menstruasi tidak teratur, dan obesitas.

4. Bentuk buah pir

Beberapa tipe tubuh tidak sepenuhnya sepenuhnya sesuai dengan salah satu dari tiga somatotipe utama. Sebagai contoh, pertimbangkan orang-orang dengan bentuk tubuh ‘seperti buah pir’.

Seperti ektomorf, mereka cenderung memiliki tubuh bagian atas yang tipis, tetapi mereka juga memiliki tubuh bagian bawah yang lebih mirip dengan yang terlihat pada somatotipe endomorf.

Banyak orang dengan bentuk tubuh seperti buah pir menyimpan lemak di paha dan pinggul mereka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis lemak ini memiliki lebih sedikit masalah kesehatan dibandingkan lemak perut.

5. Bentuk apel

Sementara itu, orang dengan bentuk tubuh apel cenderung menyimpan lemak di perut mereka, bukan di bagian bawah tubuh. Tipe tubuh ini sering dikenal secara informal sebagai perut buncit.

Sayangnya, bentuk tubuh seperti apel lebih sering dikaitkan dengan masalah kesehatan dibandingkan bentuk tubuh seperti pir.

Lemak perut dapat mengindikasikan adanya lemak di sekitar organ dalam, bukan hanya di bawah kulit. Jenis lemak ini lebih erat kaitannya dengan kondisi seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit jantung.

Tidak peduli seperti apa bentuk tubuh Bunda, menurunkan berat badan berlebih dapat sangat membantu menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Berikut dua tips yang dapat Bunda ikuti:

1. Berolahraga untuk menjaga kebugaran

Olahraga teratur adalah cara ideal untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Bunda sebaiknya mencoba berolahraga sedang kurang lebih selama 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.

Lemak dalam berhubungan dengan banyak masalah kesehatan. Bahkan, jika tidak membantu menurunkan berat badan, olahraga membantu menjadi lebih sehat dengan mengurangi lemak dan membangun otot.

2. Makan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang sehat

Komponen utama lain yang perlu diingat saat berupaya menjalani gaya hidup yang lebih sehat adalah diet.

Fokuslah pada mengonsumsi porsi seimbang dari biji-bijian utuh, sayuran, buah-buahan, dan protein tanpa lemak.

Konsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah besar sudah berbahaya bagi penderita diabetes. Namun, efek buruknya tidak hanya terbatas pada pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Bersama dengan lemak trans, makanan dan minuman manis dapat meningkatkan lemak perut, sehingga semakin penting untuk menghindarinya sebisa mungkin.

Nah, itulah beberapa tipe bentuk tubuh dan risiko kesehatan yang mengintai. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)