Cara Membaca Bid-Ask Saham AS agar Trading Lebih Terukur
Namun sebelum membelinya tentunya kamu harus melakukan riset. Sebagai contoh, investor yang memantau harga saham Spacex tidak cukup hanya melihat grafik harga karena kondisi bid dan ask juga dapat memengaruhi h...
Namun sebelum membelinya tentunya kamu harus melakukan riset. Sebagai contoh, investor yang memantau harga saham Spacex tidak cukup hanya melihat grafik harga karena kondisi bid dan ask juga dapat memengaruhi harga yang benar-benar diterima ketika melakukan transaksi.
Selain itu, investor Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses pasar global melalui aplikasi trading saham US. Namun, sebelum melakukan transaksi, kamu perlu memahami cara kerja order agar dapat memilih antara market order dan limit order sesuai kebutuhan.
Mengenal Order Book, Bid, dan Ask Saham AS
Order book adalah kumpulan order beli dan jual yang menunggu untuk dieksekusi. Karena order baru dapat masuk, diubah, atau dibatalkan setiap saat, isi order book dapat berubah dalam hitungan detik.
Pada sisi pembelian terdapat bid, yaitu harga tertinggi yang bersedia dibayarkan pembeli pada saat tertentu. Sementara itu, ask merupakan harga terendah yang bersedia diterima penjual.
Selisih antara bid tertinggi dan ask terendah disebut bid-ask spread. Semakin kecil jaraknya, semakin dekat harga beli dan jual yang tersedia pada saat tersebut.
Pasar saham AS juga memiliki struktur perdagangan yang lebih kompleks karena transaksi dapat berlangsung melalui berbagai bursa dan trading venue. Salah satu mekanisme yang digunakan untuk menggambarkan harga terbaik secara nasional adalah National Best Bid and Offer (NBBO).
Bagi investor ritel, memahami seluruh mekanisme tersebut tidak harus menjadi langkah pertama. Informasi dasar yang dapat diperhatikan adalah last price, bid, dan ask.
Misalnya, jika bid berada di US$224,14 dan ask di US$224,29, berarti pembeli dengan harga tertinggi menawarkan US$224,14, sedangkan penjual dengan harga terendah meminta US$224,29.
Jika investor ingin membeli secara cepat menggunakan market order, transaksi dapat terjadi pada ask yang tersedia. Sebaliknya, investor yang ingin menjual secara cepat akan berhadapan dengan bid yang tersedia.
Karena order dapat berubah sewaktu-waktu, last price tidak selalu sama dengan harga yang akan diterima pada transaksi berikutnya.
Cara Menghitung dan Membaca Bid-Ask Spread
Rumus dasar untuk menghitung spread cukup sederhana:
Bid-Ask Spread = Ask − Bid
Dengan bid US$224,14 dan ask US$224,29, maka spreadnya adalah US$0,15, bukan US$0,10.
Spread juga dapat dihitung dalam bentuk persentase dengan membandingkan nilai spread terhadap harga saham. Perhitungan tersebut membantu investor melihat seberapa besar spread dibandingkan dengan nilai saham.
Spread US$0,10, misalnya, memiliki dampak relatif lebih besar pada saham seharga US$10 dibandingkan saham seharga US$200.
Spread yang sempit biasanya menunjukkan jarak bid dan ask yang dekat. Kondisi ini kerap ditemukan pada saham dengan likuiditas tinggi karena terdapat banyak pembeli dan penjual yang aktif.
Sebaliknya, spread yang lebar berarti terdapat jarak lebih besar antara harga beli dan harga jual. Jika menggunakan market order, kondisi tersebut dapat membuat investor memperoleh harga yang kurang menguntungkan dibandingkan last price yang terlihat.
Meski demikian, spread bukan indikator yang dapat digunakan untuk memastikan harga saham akan naik atau turun. Spread hanya menggambarkan kondisi permintaan dan penawaran pada waktu tertentu.
Investor sebaiknya mempertimbangkan spread bersama volume transaksi, volatilitas, tren harga, serta kondisi fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan.
Bid dan ask juga dapat berubah cepat ketika muncul laporan keuangan atau berita penting. Peningkatan aktivitas perdagangan dapat membuat order masuk dan keluar dengan lebih cepat sehingga harga eksekusi berubah dalam waktu singkat.
Kondisi serupa perlu diperhatikan ketika melakukan perdagangan di luar jam reguler. Pasar saham AS memiliki sesi reguler pukul 09.30–16.00 Eastern Time, sedangkan sejumlah broker menyediakan perdagangan sebelum pembukaan dan setelah penutupan.
Likuiditas pada extended hours umumnya lebih rendah dibandingkan sesi reguler. Akibatnya, spread dapat menjadi lebih lebar dan pergerakan harga dapat lebih volatil.
Pada platform trading, investor biasanya dapat menemukan informasi bid, ask, last price, dan volume pada halaman detail saham. Informasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan harga beli dan jual sebelum mengirimkan order.
Investor dapat menggunakan data tersebut ketika memantau saham seperti Nvidia, Apple, Tesla, Amazon, Microsoft, Meta, atau Alphabet. Namun, tampilan dan mekanisme transaksi dapat berbeda di setiap platform sehingga ketentuan produk dan biaya tetap perlu diperiksa terlebih dahulu.
Pada akhirnya, memahami bid, ask, order book, dan spread dapat membantu investor membaca kondisi pasar dengan lebih baik. Informasi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan ketika memilih market order atau limit order.
Meski demikian, order book bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Kondisi pasar dapat berubah sangat cepat sehingga investor tetap perlu mempertimbangkan likuiditas, biaya transaksi, volatilitas, dan risiko produk sebelum bertransaksi.