Cadangan Devisa RI Turun US$200 Juta, BI Ungkap Penyebabnya
Bisnis Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:52 WIB Jakarta, VIVA – Cadangan devisa I...
Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:52 WIB
Jakarta, VIVA – Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan tipis pada September 2026. Posisi cadangan devisa (cadev) tercatat sebesar US$146,3 miliar, turun sekitar US$200 juta dibandingkan posisi pada Agustus 2026 yang mencapai US$146,5 miliar.
Baca Juga
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski mengalami penurunan, BI menilai posisi cadangan devisa Indonesia masih berada dalam kondisi memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Baca Juga
Cadangan Devisa Turun untuk Bayar Utang dan Stabilkan Rupiah
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, penurunan cadangan devisa pada September 2026 berkaitan dengan pemanfaatan devisa untuk memenuhi sejumlah kebutuhan pemerintah dan menjaga stabilitas nilai tukar.
Baca Juga
Kebutuhan tersebut mencakup pembayaran utang luar negeri pemerintah serta stabilisasi nilai tukar rupiah.
Namun, penggunaan cadangan devisa selama September tidak sepenuhnya membuat posisi cadev tergerus. Kebutuhan tersebut masih mendapatkan kompensasi dari penerimaan lain yang masuk ke dalam cadangan devisa.
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” kata Denny dikutip dari siaran pers, Rabu, 7 Oktober 2026.
Cadev RI Masih di Atas Standar Internasional
Dengan posisi US$146,3 miliar pada akhir September 2026, cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang dinilai memadai.
Posisi tersebut setara dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan sekitar 5,3 bulan impor. Jika turut memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan devisa setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Angka tersebut masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di sekitar tiga bulan impor.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam melihat kemampuan sektor eksternal Indonesia menghadapi berbagai kebutuhan pembayaran dari luar negeri.
Bank Indonesia pun menilai posisi cadangan devisa tersebut masih mampu memberikan dukungan terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Halaman Selanjutnya
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Denny.