pickleballvnz.com

BYD Atto 1 Generasi Baru Pakai Penggerak Roda Belakang

 Otomotif Senin, 28 September 2026 - 12:51 WIB Shanghai, VIVA – BYD Atto 1 ...

Senin, 28 September 2026 - 12:51 WIB

Shanghai, VIVA – BYD Atto 1 menjadi salah satu mobil listrik kompak yang dipasarkan BYD di sejumlah negara. Kini, generasi keduanya disiapkan dengan perubahan cukup besar, salah satunya sistem penggerak yang beralih dari roda depan atau front-wheel drive (FWD) menjadi roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).

Baca Juga

Di China, mobil ini dikenal dengan nama BYD Seagull. Menurut laporan CarNewsChina yang disadur VIVA Otomotif Senin 28 September 2026, perubahan tersebut diketahui melalui dokumen pengajuan ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), dengan motor listrik yang kini ditempatkan di as roda belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perpindahan posisi motor tersebut membuat ruang di bagian depan kendaraan menjadi lebih lega. Area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagasi depan atau frunk, meski kapasitasnya belum diumumkan.

Baca Juga

Dari sisi tenaga, generasi baru Seagull menggunakan motor listrik berkode TZ164XYB dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 dk. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km/jam, sedangkan model sebelumnya menggunakan motor dengan tenaga 55 kW.

Perubahan juga terjadi pada bagian kaki-kaki. Suspensi belakang yang sebelumnya menggunakan model torsion beam kini diganti dengan suspensi independen multi-link, sementara ukuran bannya menjadi 205/60 R16.

Baca Juga

Dimensi kendaraan turut bertambah besar. Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.

Kapasitas penumpangnya juga berubah dari empat menjadi lima orang. Perubahan tersebut membuat generasi terbaru memiliki ukuran dan konfigurasi yang berbeda dibandingkan model sebelumnya.

Untuk baterai, CNC melaporkan terdapat dua pilihan kapasitas, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuh yang tercantum masing-masing mencapai 320 km dan 420 km berdasarkan metode pengujian CLTC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagian kabin juga mendapatkan sejumlah perubahan. Seagull generasi kedua memiliki layar sentuh tengah model floating, setir dua palang, tombol fisik model toggle di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, serta dua tempat minum.

Pada bagian atas kendaraan tersedia opsi sensor LiDAR yang dikaitkan dengan sistem bantuan berkendara DiPilot 300 atau God’s Eye B. Namun, ketersediaan fitur tersebut bergantung pada konfigurasi kendaraan.

Suku cadang buatan Indonesia di pameran Automechanika Jakarta 2026.

Suku Cadang Buatan Indonesia Mulai Dibidik Pasar Global, Ini Negara Tujuannya

Produk suku cadang buatan Indonesia mulai memiliki peluang untuk menembus pasar internasional. Potensi tersebut terlihat dari semakin luasnya jaringan ekspor komponen.

VIVA.co.id

27 September 2026