pickleballvnz.com

BWSS III Palu ungkap penurunan permukaan air Danau Poso

BWSS III Palu ungkap penurunan permukaan air Danau Poso Selasa, 8 September 2026 17:31 WIB Kepala BWSS III Palu Medya Ramdhan (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi) Palu (ANTARA) - Balai Wilayah S...

BWSS III Palu ungkap penurunan permukaan air Danau Poso

Selasa, 8 September 2026 17:31 WIB

Image Print

Kepala BWSS III Palu Medya Ramdhan (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Palu (ANTARA) -

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu mengungkapkan adanya penurunan elevasi muka air Danau Poso sekitar dua meter di tengah kondisi kemarau panjang.

“Berdasarkan data pemantauan terakhir, elevasi muka air Danau Poso tercatat sekitar 510,267 meter, atau mengalami penurunan kurang lebih 2 meter dibandingkan muka air tertinggi sebelumnya, yang mencapai sekitar 512,2 meter,” kata Kepala BWSS III Medya Ramdhan saat dihubungi dari Palu, Selasa.

Dia menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terkait penurunan elevasi muka air danau tersebut. BWSS III Palu tetap melakukan evaluasi secara berkala, dengan memperhatikan perkembangan hidrologi, curah hujan, inflow–outflow dan kondisi kawasan sekitar danau.

Ia mengakui jika penurunan elevasi muka air Danau Poso, tentunya dapat berpengaruh terhadap ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit PLTA Poso Energy.

“Itu dapat memberikan pengaruh terhadap produksi energi listrik,” ujar dia.

Sebelumnya, PT Poso Energy telah mengatur porsi energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, untuk di suplai kepada PLN guna menjaga stabilitas pasokan selama menghadapi El Nino.

Manager PT Poso Enery Asmaruddin menjelaskan fenomena El Nino pada musim kemarau semester II 2026 menyebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah Danau Poso sebagai sumber pembangkit, sehingga elevasi danau berada pada posisi lebih rendah dibandingkan musim kemarau tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi itu, menurut Asmaruddin, memengaruhi pola operasi waduk. Akan tetapi perusahaannya berkomitmen penuh dalam mengupayakan produksi energi listrik tetap terpenuhi sesuai rencana, dengan proyeksi jika musim penghujan berlangsung pada akhir Oktober hingga Desember 2026 dengan intensitas volume hujan di atas normal.

"Jika akhir Oktober sampai Desember sudah masuk musim penghujan dengan intensitas di atas normal, produksi energi masih bisa terpenuhi sesuai rencana. Namun jika intensitas hujan di bawah normal, pasokan listrik berpotensi berkurang," katanya.

Berdasarkan data Poso Energy kapasitas listrik terpasang sebesar 515 megawatt (MW) dihasilkan PLTA Poso, kemudian disalurkan dan didistribusikan oleh PLN untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun sektor industri di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026