Bupati tegaskan Pemkab Purbalingga bersikap netral pada Pilkades Serentak 2026
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan ANTARA News jateng peristiwa ...
Bupati tegaskan Pemkab Purbalingga bersikap netral pada Pilkades Serentak 2026
Senin, 31 Agustus 2026 19:17 WIB
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif (tengah) dalam Rakor Forkopimda di Ruang Rapat Bupati, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026), terkait persiapan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. ANTARA/HO-Pemkab Purbalingga
Purbalingga (ANTARA) - Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan digelar di 184 desa pada 10 Desember 2026.
“Apabila nanti di bawah ada suara-suara yang mengatasnamakan bupati atau menyampaikan mendapatkan atau didukung, digerakkan oleh bupati, saya sampaikan jika itu berita yang tidak benar, berita bohong,” katanya saat memimpin rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Purbalingga di Ruang Rapat Bupati Purbalingga, Senin.
Rapat koordinasi tersebut digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjelang Pilkades Serentak 2026 sekaligus penandatanganan berita acara kesepakatan bersama pelaksanaan pilkades.
Fahmi pun menyoroti isu mengenai calon kepala desa yang disebut memperoleh dukungan dari Bupati Purbalingga.
Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat meluruskan apabila menemukan adanya pihak yang mencatut namanya untuk kepentingan politik.
“Sudah mulai banyak suara di bawah yang menyebutkan jika bupati menyukseskan calon ini, menyampaikan mendapat dukungan pusat. Padahal, kadang bupati tidak mengetahui calon yang akan ikut kontestasi pilkades,” katanya.
Menurut dia, klaim dukungan dari pejabat tertentu perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan pemerintah daerah itu.
Ia mengatakan siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu diterima dan bekerja bersama seluruh elemen masyarakat desa.
Bupati juga meminta seluruh unsur penyelenggara pilkades menyamakan persepsi terkait netralitas, sinergi pengamanan, antisipasi politik uang, serta kesiapan logistik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsospermasdes P3A) Kabupaten Purbalingga Suroto mengatakan Pilkades Serentak 2026 diikuti 184 desa yang tersebar di 18 kecamatan.
“Pilkades digelar untuk mengisi jabatan kepala desa yang akan berakhir secara serentak pada 13 Maret 2027. Tahapan persiapan dimulai 14 September 2026, sedangkan pencalonan berlangsung mulai 30 September 2026,” katanya.
Ia mengatakan pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan 10 Desember 2026 yang dilanjutkan penetapan hasil, sedangkan pelantikan kepala desa terpilih direncanakan pada 17 Maret 2027.
Untuk mendukung pelaksanaan Pilkades Serentak 2026, kata dia, Pemkab Purbalingga menyiapkan anggaran sekitar Rp7,855 miliar.
Menurut dia, dana tersebut antara lain dialokasikan untuk bantuan keuangan khusus kepada desa, pengamanan, operasional Dinsospermasdes P3A, serta honor personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan sosialisasi di tingkat kecamatan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.