Bupati Kotim perintahkan pendataan penyaluran air bersih agar tepat sasaran
Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor memerintahkan seluruh camat, lurah dan kepala desa mendata dengan baik kebutuhan air bersih di wilayah masing-masing agar ANTARA News kalteng 1 ...
Bupati Kotim perintahkan pendataan penyaluran air bersih agar tepat sasaran
Sabtu, 17 Oktober 2026 12:59 WIB
Dokumentasi - Penyaluran bantuan air bersih oleh Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur Angga Aditya Nugraha di Kelurahan Mentawa Baru Hilir didampingi lurah setempat, Minggu (10/10/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor memerintahkan seluruh camat, lurah dan kepala desa mendata dengan baik kebutuhan air bersih di wilayah masing-masing agar penyaluran bantuan kepada masyarakat tepat sasaran.
"Saya sudah memerintahkan instansi terkait untuk berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, hingga desa guna mendata kebutuhan air bersih masyarakat. Kita harus mengetahui wilayah yang mengalami kesulitan air dan jumlah kebutuhan di lapangan, sehingga langkah penanganan dan penyalurannya bisa dilakukan secara tepat sasaran,” kata Halikinnor.
Kemarau panjang memicu kekeringan dan kesulitan air bersih, masih terjadi hingga saat ini. Tidak hanya di wilayah selatan yang merupakan kawasan pesisir, kesulitan air bersih kini meluas hingga wilayah Kota Sampit, khususnya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Masyarakat harus membeli air minum di tempat-tempat pengisian air isi ulang yang sumber airnya berasal dari air tanah atau sumur bor. Hal itu lantaran air yang disalurkan Perumdam Tirta Mentaya kepada pelanggan di wilayah itu juga mulai payau akibat Sungai Mentaya yang menjadi sumber air baku pengolahan air bersih, kini juga terintrusi air laut yang masuk ke alur sungai.
Menyikapi kondisi ini, Halikinnor memerintahkan instansi terkait untuk membantu memasok air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan kapasitas dan armada yang tersedia, penyaluran air bersih dilakukan secara bergiliran.
Pendataan oleh pemerintah kecamatan, kelurahan maupun desa sangat penting sebagai dasar bagi pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih. Hal ini juga untuk memastikan agar bantuan air bersih ini bisa menjangkau semua warga yang memerlukan.
Menurut Halikinnor, penyaluran air bersih ini sangat penting. Hal ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari, tetapi juga menyangkut pencegahan penyakit yang rawan muncul akibat konsumsi air tidak sehat, seperti diare dan muntaber.
Halikinnor menyaksikan sendiri saat berkunjung ke RSUD dr Murjani Sampit pada Kamis (15/10), didapat data bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien diare dan muntaber.
"Ini memang betul sangat berpengaruh karena kondisi air di daerah kita ini sudah terjadi terkontaminasi dengan air laut sehingga ini yang dikonsumsi oleh masyarakat kita, otomatis ini yang kemungkinan besar bisa terjadi lonjakan yang sampai saat ini sudah antara 25 sampai 30 persen terjadi peningkatan dibanding biasa," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan muntaber akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kesulitan air bersih, Halikinnor memerintahkan seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk mempersiapkan diri, khususnya terkait ketersediaan tenaga kesehatan, ruangan dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan jika terjadi kondisi darurat.
Terkait penyaluran bantuan air bersih, Halikinnor menyampaikan atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan sejumlah pihak yang turut membagikan air bersih di daerah ini. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga terus menyalurkan bantuan hingga situasi normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
Baca juga: Pemkab Kotim gandeng Kemenkum Kalteng harmonisasi tiga regulasi daerah
Baca juga: Dishub Kotim pastikan lalu lintas kapal aman di tengah kabut asap
Baca juga: Anggota DPD RI asal Kalteng dukung penggunaan dana desa untuk tangani karhutla
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.