Buntut Tendangan Kungfu Pemain di Piala Soeratin U-17 Pati, PSSI Jateng Jatuhkan Sanksi Skors 5 Tahun
Bola Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB VIVA – Tendangan kungfu yang dilakuk...
Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB
VIVA – Tendangan kungfu yang dilakukan seorang pemain Universitas Safin Pati FC pada ajang Piala Soeratin U-17 menjadi perhatian publik.
Baca Juga
Pasalnya, kerusuhan hingga tendangan kungfu pada pertandingan Universitas Safin Pati FC melawan BJL 2000 itu viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kerusuhan itu terjadi di Lapangan Gelora Bung Karno, Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin (27/7/2026).
Baca Juga
Seorang pemain berseragam terang secara tiba-tiba berlari dan melayangkan tendangan kungfu tepat mengenai pemain lawan.
Akibatnya, korban mengalami patah tulang tangan dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga
PSSI Kecam Aksi Tendangan Kungfu
Berkaitan dengan insiden tersebut, PSSI Jawa Tengah telah menjatuhkan sanksi dalam Surat Putusan No 01/PD-SOERATIN.JTG/PSSI.JTG/VII/2026 pada Selasa, (28/7/2026).
Dalam surat putusan tersebut, PSSI Jateng menjatuhkan sanksi bagi Salfin Putra Faisal Elias, pemain Universitas Safin Pati FC U-17 yaitu larangan ikut serta maupun terlibat aktivitas sepak bola selama 5 tahun dan denda uang Rp5 juta.
Tak hanya itu, ketiga pemain yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin juga dikenakan sanksi.
“Putusan Pandis tersebut atas terjadinya pelanggaran disiplin, untuk jenis pelanggaran yakni Tingkah Laku Buruk pemain Universitas Safin Pati atas nama Salfin Putra Faisal Elias dan Pemain BJL 2000 Semarang yakni Ryu Tanaka Prasetya, Rafli Farhaditya serta Lakeisha Rafie Ahza,” tertulis dalam keterangan resmi PSSI Jateng.
Tendangan kungfu mewarnai ajang Piala Soeratin U-17 di Pati
Photo :
- Instagram @semarangupdate
Dengan adanya sanksi tersebut, pihaknya berharap insiden ini menjadi introspeksi bagi seluruh pihak.
PSSI Jateng mengecam keras insiden yang terjadi dimana seorang pemain Universitas Safin Pati melakukan tendangan kungfu kepada pemain BJL 2000.
Direktur Kompetisi PSSI Jawa Tengah, Setyo Agung Nugroho mengatakan pihaknya sangat prihatin sekaligus mengutuk tindakan yang mencederai nilai sportivitas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“PSSI Jateng sangat prihatin, menyayangkan, dan mengutuk keras kericuhan dalam pertandingan Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah antara Universitas Safin Pati melawan BJL 2000 di Gelora Soekarno Mojoagung Pati,” ungkap Setyo Agung Nugroho dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (30/7/2026).
Dirinya menilai tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan dalam sepakbola, terlebih terjadi pada kompetisi kelompok usia yang seharusnya menjadi ajang pembinaan karakter, mental, dan prestasi pemain muda.
Halaman Selanjutnya
(kmr)