Bunda PAUD Kalbar dorong penguatan karakter anak di perbatasan - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Bunda PAUD Kalbar melalui Ketua Bidang TP-PKK Donata Krisantus mendorong penguatan karakter anak dan menekankan pentingnya peningkatan kualitas PAUD di wilayah perbatasan sebagai fondasi m...
Bengkayang (ANTARA) - Bunda PAUD Kalbar melalui Ketua Bidang TP-PKK Donata Krisantus mendorong penguatan karakter anak dan menekankan pentingnya peningkatan kualitas PAUD di wilayah perbatasan sebagai fondasi membentuk generasi yang berdaya saing sekaligus memiliki identitas kebangsaan yang kuat.
Menurut dia, pembangunan kawasan perbatasan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur jalan, pertumbuhan ekonomi, dan fasilitas pelayanan dasar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang berkualitas dan pembentukan akhlak anak.
“Perbatasan juga harus kita bangun dari manusianya. Pembangunan manusia itu tidak dimulai ketika anak sudah dewasa atau masuk perguruan tinggi, tetapi sejak usia dini. Karena itu, PAUD di Kabupaten Bengkayang memiliki peran yang sangat strategis,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Bunda PAUD dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) di TK Aisyiyah, Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Sabtu.
Ia mengatakan anak-anak di wilayah perbatasan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, percaya diri, dan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Selain itu, mereka perlu memiliki identitas yang kuat sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Donata berharap, anak-anak di Bengkayang mampu mengikuti perkembangan zaman, bersaing, dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan kecintaan terhadap budaya lokal, daerah, serta tanah air.
“Kita ingin anak-anak Bengkayang menjadi anak-anak yang terbuka terhadap perkembangan zaman, mampu bersaing dan beradaptasi, tetapi tetap mengenal budayanya, mencintai daerahnya, dan memiliki rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong pembiasaan perilaku positif sejak PAUD, mulai dari disiplin menjalankan aktivitas sehari-hari, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, hingga membangun kepedulian sosial.
Menurut dia, pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi pembentukan karakter anak, terutama dalam menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, kesehatan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Di sisi lain, Donata menilai peningkatan kualitas layanan PAUD harus diiringi dengan penguatan kompetensi tenaga pendidik. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Bunda PAUD telah menginisiasi program beasiswa bagi pendidik PAUD non-ASN.
Ia menjelaskan program tersebut telah memasuki tahap fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri dan direncanakan bekerja sama dengan Universitas Terbuka Pontianak melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui skema tersebut, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh pendidik selama menjalankan tugas dapat diakui sebagai bagian dari proses pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Donata berharap, Pemerintah Kabupaten Bengkayang dapat menginventarisasi tenaga pendidik PAUD non-ASN yang berpotensi mengikuti program tersebut, sehingga kesempatan peningkatan kualifikasi pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kita ingin anak-anak yang berada di wilayah perbatasan mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, dan itu dimulai dari pendidik yang juga terus kita tingkatkan kualitasnya,” ujarnya.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.