pickleballvnz.com

Bulog Sumsel Babel tambah pasokan SPHP atasi kelangkaan beras

Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengantisipasi berkurangnya ANTARA News sumsel 35 ...

Bulog Sumsel Babel tambah pasokan SPHP atasi kelangkaan beras

Kamis, 27 Agustus 2026 12:44 WIB

Image Print

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan di Palembang, Rabu (26/8/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan beras premium kemasan lima kilogram di pasaran.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel Ihsan di Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan serta pihak pasar untuk menutupi kekurangan beras premium kemasan lima kilogram.

Penambahan pasokan tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki pilihan beras di tengah berkurangnya ketersediaan beras premium kemasan lima kilogram.

"Pada 21 Agustus 2026, kita memasok sebanyak 23 ton beras ke Pasar Lemabang, Pasar KM 5 Palembang itu sebanyak 13 ton beras," katanya.

Menurutnya, berkurangnya ketersediaan beras premium kemasan lima kilogram bukan disebabkan kenaikan harga beras, melainkan dipengaruhi biaya pengemasan dan tenaga kerja.

Selain biaya kemasan, upah buruh pengemasan juga menjadi salah satu faktor yang membuat produsen mengurangi produksi beras dalam kemasan kecil. Upah tenaga kerja pengemasan dihitung berdasarkan kilogram beras yang dikemas.

Pengemasan dalam ukuran yang lebih kecil membuat biaya tenaga kerja per kilogram menjadi lebih tinggi dibandingkan kemasan berukuran besar.

Kondisi tersebut membuat produsen tidak memaksakan produksi beras premium kemasan lima kilogram karena apabila biaya produksi meningkat, harga jual berpotensi menjadi lebih tinggi.

Ihsan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Sumatera Selatan karena stok Bulog masih mencukupi.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang, Sumatera Selatan menyebutkan beras premium kemasan 5 kilogram (Kg) langka di pasaran yang disebabkan lonjakan harga gabah.

Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Disdag Palembang, Elsa Noviani mengatakan bahwa kelangkaan beras premium kemasan khusunya merek Raja dan Topi Koki sulit didapat sejak beberapa pekan terakhir.

"Khusus untuk beras premium merek Raja dan Topi Koki kemasan 5 Kg di pasar ritel dan pasar tradisional di Palembang memang sedang langka," katanya.

Dia menjelaskan, kelangkaan tersebut disebabkan kenaikan harga gabah dan plastik kemasan yang menyebabkan biaya produksi meningkat.

Banyak masyarakat saat ini beralih ke beras kiloan dengan harga kisaran Rp15.000 per Kg, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan stok yang berlimpah.

"Kami juga mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga sembako melebihi ketetapan ataupun menimbun barang agar tidak mendapat sangsi tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas dia.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026