Bulog: Serapan gabah petani sudah capai 11 ribu ton
Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan serapan gabah petani lokal di provinsi itu sejak Januari hingga Agustus 2026 sudah mencapai 11 ribu ton lebih atau 96 persen dari ANTARA News sulteng 1 ...
Bulog: Serapan gabah petani sudah capai 11 ribu ton
Senin, 24 Agustus 2026 17:08 WIB
Arsip- Seorang petani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sedang menjemur gabah hasil panen sebelum digiling menjadi beras, Sabtu (11/3/2023). ANTARA/Moh Ridwan
Palu (ANTARA) - Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan serapan gabah petani lokal di provinsi itu sejak Januari hingga Agustus 2026 sudah mencapai 11 ribu ton lebih atau 96 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
"Target serapan Sulawesi Tengah 11.300 ton, saat ini kami telah merealisasikan di angka 11 ribu ton lebih," kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri di Palu, Senin.
Ia menjelaskan pihaknya optimis realisasi serapan gabah melampaui target, meski begitu perencanaan Bulog tetap mengoptimalkan serapan untuk menunjang ketahanan pangan nasional.
Bulog juga berupaya menambah jaringan mitra penggilingan padi pada wilayah-wilayah sentra pangan sebagai strategi penunjang capaian serapan gabah.
"Saat ini di wilayah kerja kantor wilayah (kanwil) Bulog, kami memiliki tujuh mitra gilingan padi dan sebagian besar berada di Kabupaten Parigi Moutong," ujarnya.
Ia mengemukakan pada prinsipnya Bulog menggunakan dua metode pembelian hasil produksi petani, baik produksi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) maupun dalam bentuk beras siap konsumsi dalam menunjang penguatan ketahanan pangan nasional maupun percepatan swasembada pangan.
Menurut dia, tantangan di lapangan saat ini tidak semua petani menjual hasil produksi mereka dalam bentuk gabah, ketidaksiapan itu dipengaruhi berbagai faktor maka pihaknya terus memasifkan sosialisasi kepada para petani dan penguatan pola kemitraan dengan penggilingan padi, Bintara pembina desa (Bhabinsa), dan penyuluhan pertanian supaya penyerapan lebih optimal.
"Harga ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram. Penetapan harga tentunya mempertimbangkan keuntungan ekonomis bagi petani," ucap Jusri.
Ia menambahkan hasil produksi petani yang diserap Bulog disiapkan untuk berbagai intervensi program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, seperti program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan pemerintah (bapang), termasuk untuk bantuan kebencanaan.
"Pada intinya hasil serapan bahan pangan oleh pemerintah dikembalikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar," kata dia menambahkan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bulog Sulteng: Serapan gabah petani sudah capai 11 ribu ton
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026