Bulog Cirebon: Stok 203 ribu ton menjadi penyangga pangan ketika kemarau - ANTARA News Jawa Barat
Cirebon (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, memastikan jumlah stok beras sebanyak 203 ribu ton sebagai penyangga ketersediaan pangan masyarakat di tengah musim kemarau dan dampak El Nino. Kepala ...
Cirebon (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, memastikan jumlah stok beras sebanyak 203 ribu ton sebagai penyangga ketersediaan pangan masyarakat di tengah musim kemarau dan dampak El Nino.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Imam Mahdi di Cirebon, Senin, mengatakan stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga setelah Lebaran 2027 dengan penyaluran sekitar 3.000-4.000 ton per bulan.
“Sampai dengan saat ini walaupun kita mengalami musim El Nino, stok kita cukup sangat aman,” katanya.
Menurut dia, kondisi kemarau menjadi tantangan bagi produksi padi karena kekeringan di sejumlah wilayah telah menyebabkan sebagian lahan berpotensi mengalami gagal panen.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan gabah, sementara kebutuhan masyarakat terhadap beras tetap sehingga dapat memengaruhi harga di tingkat petani maupun konsumen.
Pada sisi lain, kata dia, harga gabah saat ini berada di kisaran Rp8.000-Rp8.100 per kilogram atau nilainya di atas harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang menjadi acuan Bulog, yakni sekitar Rp6.500 per kilogram.
Imam mengatakan Bulog tetap berkewajiban menyerap gabah petani apabila harga berada pada tingkat HPP sesuai ketentuan, sementara harga yang lebih tinggi saat ini memberikan manfaat bagi petani.
“Dengan harga yang sekarang, itu memberikan manfaat kepada petani untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi,” katanya.
Bulog Cabang Cirebon menargetkan penyerapan sebanyak 179 ribu ton, dengan realisasinya hingga September 2026 sudah sekitar 85 persen dari target tersebut.
Imam mengatakan stok yang besar memungkinkan Bulog tetap menjaga ketersediaan beras, ketika produksi padi menghadapi tekanan akibat kemarau.
Ia menyampaikan Kabupaten Cirebon dan Majalengka menjadi konsentrasi penyerapan gabah, karena kedua daerah tersebut merupakan sentra produksi dengan volume panen lebih besar.
Ia menambahkan, Bulog Cirebon memiliki 10 kompleks pergudangan dan 42 kompleks gudang sewa atau kerja sama dengan pihak lain untuk mendukung ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
Pihaknya pun membantu pasokan beras untuk cabang Bogor, Bandung, Cianjur dan Ciamis serta sejumlah wilayah lain di luar Jawa.
“Karena stok kita banyak. Kemudian kita juga membantu cabang-cabang yang lain,” ujar dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.