pickleballvnz.com

Buku Mari Pulang Marilah Pulang ungkap sisi lain kepemimpinan Gubernur NTB

Buku berjudul Mari Pulang Marilah Pulang: Lalu Muhammad Iqbal Setahun Membangun NTB dari Akar Rumput mengungkap sisi lain perjalanan Lalu Muhammad Iqbal selama menjalankan tahun ANTARA News mataram 38 ...

Buku ini penting buat teman-teman yang ingin jadi pemimpin di kemudian hari, sehingga teman-teman punya ruang bagaimana perjuangan seorang pemimpin itu melewati dinamika.

Mataram (ANTARA) - Buku berjudul Mari Pulang Marilah Pulang: Lalu Muhammad Iqbal Setahun Membangun NTB dari Akar Rumput mengungkap sisi lain perjalanan Lalu Muhammad Iqbal selama menjalankan tahun pertama kepemimpinan sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Buku karya Lalu Muammar Qadafi tersebut dibedah dalam sebuah kegiatan yang dihadiri masyarakat dan pelajar. Melalui buku itu, Muammar mengangkat berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi Lalu Muhammad Iqbal selama menjalankan tugas sebagai Gubernur NTB.

“Setahun ini adalah satu tahun yang berat. Saya merasa harus membongkar agar publik pun tahu bagaimana tantangan seorang gubernur di satu tahun pertamanya," ujar dia saat ditemui usai kegiatan bedah buku di Mataram, Sabtu.

Muammar mengatakan keputusan menulis buku tersebut berangkat dari keinginannya agar publik mengetahui lebih jauh perjalanan seorang pemimpin dalam menghadapi berbagai tantangan selama tahun pertama kepemimpinan sebagai pejabat publik.

Menurut dia, buku tersebut juga dapat menjadi bacaan bagi generasi yang ingin menjadi pemimpin di masa mendatang. Muammar ingin pembaca memahami bagaimana seorang pemimpin menghadapi berbagai dinamika dalam menjalankan tugasnya.

“Buku ini penting buat teman-teman yang ingin jadi pemimpin di kemudian hari, sehingga teman-teman punya ruang bagaimana perjuangan seorang pemimpin itu melewati dinamika,” ucap dia.

Judul Mari Pulang, Mari Lah Pulang merujuk pada keputusan Lalu Muhammad Iqbal untuk kembali ke NTB setelah sebelumnya mendapat sejumlah tawaran untuk berkarier, termasuk di Kementerian Luar Negeri. Pengalaman Iqbal sebagai duta besar turut menjadi bagian dari latar belakang tersebut.

Muammar memaknai keputusan itu sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah asal serta keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

“Rumah itu lebih penting bagi beliau. Membangun tempat kelahiran lebih penting, bermanfaat dan keinginan untuk membangun NTB menjadi lebih baik,” kata dia.

Lebih lanjut Muammar menjelaskan makna 'akar rumput' dalam judul buku tersebut merupakan klasifikasi untuk masyarakat yang terpinggirkan, termasuk masyarakat miskin.

Ia mengatakan Gubernur Iqbal berupaya menyentuh masyarakat di lapisan tersebut melalui sejumlah program, salah satunya Desa Berdaya yang ditujukan untuk menjangkau masyarakat di pinggiran.

Buku tersebut menggunakan gaya jurnalisme sastrawi agar perjalanan Iqbal sebagai gubernur dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

Sementara itu, pembedah buku Baihaqi Alkawy menilai buku itu memiliki kekuatan karena tidak hanya menyajikan data, tetapi juga menghadirkan narasi dan tokoh-tokoh di dalamnya.

Ia mengatakan awalnya membayangkan buku tersebut sebagai buku geografis yang dilengkapi narasi panjang dan menggali latar belakang tokoh. Namun, setelah membaca keseluruhan buku, ia menemukan penyajian yang memadukan data, narasi, dan tokoh.

“Tidak hanya geografi pada umumnya yang ditulis seperti novel karena ada tokoh di dalamnya,” kata Baihaqi.

Menurut dia, penyajian cerita melalui narasi dan tokoh membuat buku tersebut tidak hanya menyentuh sisi rasional pembaca melalui data, tetapi juga sisi emosional melalui cerita yang dihadirkan.

Pewarta : Lyla PKL Unram
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026