pickleballvnz.com

BTPN Syariah (BTPS) Bukukan Laba Rp 655 M di Semester I, Pembiayaan Tumbuh 9% - Korporasi Katadata.co.id

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 655 miliar pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh kualitas pembiayaan yang tetap terjaga, di tengah upaya perseroan memperl...

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 655 miliar pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh kualitas pembiayaan yang tetap terjaga, di tengah upaya perseroan memperluas pembiayaan sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru di luar segmen komunitas.

Sepanjang Januari-Juni 2026, aset BTPS tumbuh 8% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 23 triliun. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp 11 triliun atau meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Di sisi profitabilitas, perseroan membukukan return on asset (RoA) sebesar 7,2%. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan berada di level 58,7%, yang mencerminkan kondisi permodalan yang tetap kuat.

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad mengatakan, kualitas pembiayaan tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan perseroan. Menurutnya, kualitas pembiayaan bukan hanya mencerminkan kesehatan bisnis bank, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kapasitas nasabah dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.

"Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan," ungkap Fachmy dalam keterangan resminya, dikutip pada Ahad (26/7).

Dia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari model bisnis yang selama ini dijalankan, yakni menggabungkan layanan pembiayaan dengan pendampingan kepada pelaku usaha ultra mikro. Selama 12 tahun terakhir, BTPS secara konsisten memberikan akses pembiayaan sekaligus membangun kapasitas nasabah melalui program pendampingan yang berfokus pada pembentukan empat perilaku unggul, yaitu berani berusaha, disiplin, kerja keras, dan saling bantu (BDKS).

Menurut perseroan, pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan usaha nasabah sehingga mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Karena itu, kualitas pembiayaan dipandang tidak hanya sebagai indikator kesehatan bank, tetapi juga sebagai cerminan daya tahan dan perkembangan usaha para nasabah.

Selain mempertahankan bisnis inti di segmen ultra mikro, BTPS juga mulai membuka ruang pertumbuhan baru melalui pengembangan pembiayaan nonkomunitas. Segmen ini mencakup pinjaman individu maupun pembiayaan kepada lembaga nonkeuangan yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan.

Melalui diversifikasi tersebut, BTPS berharap dapat memperkuat fondasi bisnis, memperluas sumber pendapatan, sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Hingga pertengahan tahun ini, BTPS masih mempertahankan fokusnya sebagai bank syariah yang melayani masyarakat inklusi atau kelompok yang belum banyak terjangkau layanan keuangan formal. Perseroan menempatkan perempuan sebagai sasaran utama pemberdayaan dengan keyakinan bahwa peningkatan kapasitas perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga. Dalam menjalankan model bisnis tersebut, dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan kembali kepada segmen ultra mikro. 

Pendampingan kepada nasabah dilakukan oleh community officer (CO), yang dikenal sebagai #bankirpemberdaya. Mereka adalah perempuan muda lulusan SMA terlatih dan memiliki motivasi tinggi dalam mendampingi keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul BDKS.

BTPS menyebut hasil pemantauan internal menunjukkan program pemberdayaan tersebut memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi nasabah. Perseroan mencatat jumlah nasabah yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem terus menurun, sementara jumlah keluarga yang mampu menyekolahkan anak juga mengalami peningkatan.

Saat ini, BTPS memiliki sekitar 14.500 karyawan, di mana 94% merupakan perempuan dan 52% merupakan lulusan SMA. Perseroan melayani sekitar 7 juta nasabah dengan 3,81 juta nasabah aktif yang tergabung dalam 247 ribu komunitas di 2.650 kecamatan yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia.

Perseroan juga mempertahankan peringkat kredit AAA(idn) dari Fitch Ratings dengan prospek stabil yang dikonfirmasi pada Februari 2026. Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan BTPN Syariah dalam menjaga fundamental bisnis dan kualitas permodalan di tengah pengembangan strategi pertumbuhan baru.