BTP Surabaya dukung rencana pembangunan “Flyover” Gedangan - ANTARA News Jawa Timur
Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), mendukung rencana pembangunan flyover Gedangan di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sid...
Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), mendukung rencana pembangunan flyover Gedangan di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, guna mendukung pengembangan sistem transportasi wilayah tersebut.
"Kami sangat mendukung pembangunan flyover ini karena selaras dan saling melengkapi dengan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang saat ini memasuki tahap perancangan detail engineering design (DED)," kata Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Kamis.
Ia menyatakan dukungan tersebut dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), di Sidoarjo, Kamis, untuk menyamakan visi terkait desain awal, kebutuhan ruang jalan, serta keterkaitan pembangunan flyover dengan pengembangan Stasiun Gedangan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi rencana pembangunan flyover.
Denny menyatakan, seluruh pemangku kepentingan terkait berupaya memastikan desain rencana flyover Gedangan yang semula dirancang memiliki empat lajur dan berkembang menjadi enam lajur tersebut, tidak mengganggu bangunan Stasiun Gedangan yang juga menjadi salah satu stasiun strategis dalam proyek pengembangan SRRL.
Ia menjelaskan, Stasiun Gedangan akan mengalami peninggian fasilitas sehingga ketinggian flyover perlu dihitung secara detail agar tidak mengganggu kebutuhan prasarana perkeretaapian, termasuk listrik aliran atas (LAA) untuk kereta rel listrik (KRL).
Ia berharap penyusunan DED flyover Gedangan dapat berjalan selaras dengan DED proyek SRRL yang dikerjakan oleh konsultan asal Jepang, Chodai Co. Ltd. sehingga rancangan teknis kedua proyek dapat terintegrasi dan menjadi acuan pembangunan.
Selain itu, Denny menyebut BTP Surabaya juga menyoroti perlintasan sebidang di emplasemen Stasiun Gedangan menuju Jalan Raya Jenggolo yang berpotensi menjadi persoalan kemacetan ketika SRRL beroperasi dengan jarak antarperjalanan kereta sekitar 10-15 menit.
"Flyover ini akan membantu mengurangi beban jalan nasional dan kepadatan di kawasan Gedangan, tetapi penanganan jangka panjang terhadap perlintasan sebidang di Stasiun Gedangan tetap perlu direncanakan demi mengurangi potensi kemacetan ketika SRRL telah beroperasi," kata Denny.
Ia menambahkan, BTP Surabaya membuka ruang sinergi dengan Pemkab Sidoarjo, Kementerian PU, dan PT Kereta Api Indonesia untuk memastikan pembangunan flyover mendukung keselamatan serta kelancaran transportasi secara berkelanjutan.
Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.