pickleballvnz.com

BSI Khusus Layani Rekening Otomatis di Aceh, Ini Penjelasan Pakar |Republika Online

Karyawan menunjukan cara pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2024). Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapat penugasan khusus untuk melayani pembukaan rekeni...

Karyawan menunjukan cara pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2024). Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapat penugasan khusus untuk melayani pembukaan rekening otomatis bagi warga berusia 17 tahun di Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapat penugasan khusus untuk melayani pembukaan rekening otomatis bagi warga berusia 17 tahun di Aceh. Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Prof. Rahma Gafmi menilai pembagian tersebut merupakan penyesuaian terhadap kekhususan sistem keuangan syariah di Aceh, bukan pembatasan ruang BSI secara nasional.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani sebelumnya menjelaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan melayani pembukaan rekening di seluruh Indonesia, sedangkan BSI secara khusus menangani wilayah Aceh. Rahma menilai penjelasan Rosan untuk memperjelas pembagian teknis operasional antara BRI dan BSI.

“Secara prinsip, program pembuatan rekening otomatis bagi warga yang menginjak usia 17 tahun (bersamaan dengan penerbitan KTP) ini tetap berjalan terpusat berbasis NIK Dukcapil, dengan saldo awal dari pemerintah senilai Rp50.000,” kata Rahma kepada Republika, Kamis (10/9/2026).

Dia menjelaskan, perbedaan penyebutan bank penyalur tersebut berkaitan dengan wilayah operasional dan kepatuhan terhadap regulasi daerah.

Menurut Rahma, Aceh memiliki kekhususan dalam penerapan sistem keuangan syariah yang diatur melalui Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Karena itu, penunjukan BSI untuk wilayah Aceh dinilai diperlukan agar pelaksanaan program nasional tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku di daerah tersebut.

“Provinsi Aceh memiliki sistem hukum dan kekhususan ekonomi syariah yang diatur lewat Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS),” ujarnya.

Sebelumnya, Airlangga mengatakan pemerintah menyiapkan rekening otomatis bagi setiap WNI yang memasuki usia 17 tahun sekaligus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Rekening tersebut akan terhubung dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan.

Pemerintah menargetkan sekitar 200 juta penduduk memiliki rekening melalui program tersebut. Rekening juga disiapkan untuk mendukung penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos).