BRT Cekungan Bandung Ditargetkan Pangkas Waktu Tempuh hingga 11 Persen
Bagikan: JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembang...
Bagikan:
JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung sebagai bagian dari proyek Mass Transit (MASTRAN). Kehadiran BRT ditargetkan memangkas waktu tempuh perjalanan hingga 11 persen sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan Bandung Raya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan pengembangan BRT menjadi salah satu solusi atas persoalan mobilitas di Bandung yang masih dibayangi kemacetan.
Berdasarkan hasil kajian, kecepatan rata-rata perjalanan di Bandung hanya sekitar 18 kilometer per jam, sementara pengguna jalan diperkirakan kehilangan waktu hingga 108 jam setiap tahun akibat kemacetan.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan transportasi umum yang nyaman, tetapi juga memiliki waktu perjalanan yang pasti dan BRT dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan. Karena itu, BRT Cekungan Bandung dirancang dengan jalur khusus, sistem operasi yang terintegrasi, dan dukungan Intelligent Transportation System (ITS) agar layanan menjadi lebih andal, cepat, dan konsisten,” ujar Aan dalam keterangan resmi, Rabu, 23 Juli.
Aan mengatakan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung BRT Cekungan Bandung telah dimulai, meliputi depo, halte, jalur khusus BRT, hingga penerapan Intelligent Transportation System (ITS). Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan kepastian waktu perjalanan bagi masyarakat.
Menurut Aan, layanan BRT nantinya ditargetkan memiliki waktu tunggu (headway) maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan maksimal 15 menit di luar jam sibuk.
“Layanan BRT Cekungan Bandung ditargetkan beroperasi dengan headway maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan maksimal 15 menit pada jam tidak sibuk sehingga masyarakat dapat menikmati layanan yang lebih pasti, cepat, dan dapat diandalkan. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik utama untuk meningkatkan penggunaan transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi di kawasan Bandung Raya,” katanya.
Pengembangan BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Mastran Project yang didanai melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia bersama World Bank dan Agence Française de Développement (AFD).
Berdasarkan analisis World Bank, layanan BRT diproyeksikan mampu memangkas rata-rata waktu tempuh perjalanan dari sekitar 45 menit menjadi 40 menit atau turun sekitar 11 persen. Selain itu, layanan tersebut diperkirakan akan melayani sekitar 99.000 penumpang setiap hari, dengan sekitar 21 persen di antaranya merupakan pengguna yang beralih dari kendaraan pribadi.
“Selain dapat mempercepat waktu perjalanan, pengembangan layanan BRT diharapkan dapat mengurangi kemacetan, menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon hingga 196.000 ton CO2 secara bertahap. Kami juga berharap BRT Cekungan Bandung sekaligus dapat meningkatkan akses masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” jelas Aan.
Sementara itu, Operations Manager Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Alanna Simpson menyatakan pihaknya siap terus mendukung pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam mengembangkan sistem BRT di Cekungan Bandung guna meningkatkan mobilitas, konektivitas, serta kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA:
Dukungan serupa juga disampaikan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone. Menurutnya, AFD berperan dalam pengembangan sistem BRT Bandung bersama Kementerian Perhubungan dan World Bank sebagai bagian dari kerja sama kedua negara di bidang transportasi publik dan pengelolaan perkotaan.
Aan optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat segera menikmati layanan transportasi publik yang lebih aman, nyaman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Kami optimistis dengan dukungan dan sinergi semua pihak, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Sehingga masyarakat di kawasan Cekungan Bandung segera menikmati layanan yang lebih aman, nyaman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+