pickleballvnz.com

BPS sebut ekspor DIY naik 15,78 persen didorong industri pengolahan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Agustus 2026 mencapai 55,49 juta dolar AS, meningkat 15,78 persen ANTARA News jogja 29 ...

BPS sebut ekspor DIY naik 15,78 persen didorong industri pengolahan

Minggu, 4 Oktober 2026 21:15 WIB

Image Print

Perajin membuat kerajinan bambu yang akan diekspor di Industri Bambu Anyam "Tunggak Semi", Malangan, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (4/2/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

Yogyakarta, DIY (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Agustus 2026 mencapai 55,49 juta dolar AS, meningkat 15,78 persen dibanding nilai ekspor pada Agustus 2025.

"Peningkatan ekspor DIY secara tahunan terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh 16,32 persen," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, sektor industri pengolahan ini menyumbang 99,25 persen dari total ekspor DIY pada Agustus 2026, dengan pakaian dan aksesorinya bukan rajutan menjadi golongan barang dengan kontribusi terbesar yakni 35,56 persen.

"Diikuti pakaian dan aksesorinya rajutan sebesar 17,01 persen serta barang dari kulit samak sebesar 10,07 persen," katanya.

Dia mengatakan secara kumulatif selama Januari-Agustus 2026, sektor industri pengolahan menyumbang 99,15 persen dari total ekspor DIY.

"Pakaian dan aksesori bukan rajutan tetap menjadi golongan barang ekspor terbesar dengan kontribusi 32,32 persen, diikuti pakaian dan aksesori rajutan 15,36 persen serta barang dari kulit samak 8,99 persen," katanya.

Dia menjelaskan negara Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor DIY selama periode Januari-Agustus 2026, dengan nilai ekspor mencapai 188,25 juta dolar AS atau 46,13 persen dari total ekspor.

Kemudian, Australia berada pada urutan berikutnya dengan nilai ekspor 39,04 juta dolar AS atau 9,57 persen, disusul Jerman dengan nilai sebesar 34,04 juta dolar AS atau 8,34 persen.

"Ketiga negara tersebut secara bersama-sama menyerap 64,04 persen dari total ekspor DIY," katanya.

Dia mengatakan sedangkan impor DIY pada Agustus 2026 mencapai 27,50 juta dolar AS, meningkat 110,31 persen dibanding Agustus 2025 dan periode Januari-Agustus, nilai impor sebesar 120,62 juta dolar AS, naik 3,99 persen dibanding periode yang sama di 2025.

Lebih lanjut, neraca perdagangan DIY pada Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 27,99 juta dolar AS, sementara selama Januari-Agustus, surplus mencapai 287,45 juta dolar AS, meningkat 31,26 juta dolar AS dibanding periode yang sama di 2025.

"Penguatan surplus kumulatif tersebut menunjukkan pertumbuhan nilai ekspor DIY yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nilai impornya," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026