pickleballvnz.com

BPS: Inflasi tahunan NTT pada Juli 2026 masih dalam target pemerintah

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 2,43 persen atau masih berada dalam kisaran target ANTARA News ntt 2 ...

BPS: Inflasi tahunan NTT pada Juli 2026 masih dalam target pemerintah

Selasa, 4 Agustus 2026 12:31 WIB

Image Print

Arsip - TPID Kota Kupang memantau pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Senin (27/7/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 2,43 persen atau masih berada dalam kisaran target inflasi pemerintah.

"Secara year on year, umumnya wilayah cakupan IHK pada bulan ini kembali berada pada target inflasi tahunan pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Kecuali inflasi tahun kalender di Waingapu sebesar 3,07 persen dan Maumere sebesar 3,52 persen telah melampaui target tahunan," kata Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale di Kupang, Senin.

Ia mengatakan inflasi tahunan Juli 2026 tercatat 2,43 persen turun dibandingkan Juni yang mencapai 3,56 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,18.

Adapun inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,11 persen dengan IHK 113,30, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,82 persen dengan IHK 111,26.

Matamira menjelaskan inflasi tahunan Juli 2026 terjadi karena kenaikan harga pada sembilan dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,84 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,57 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi penyumbang deflasi tahunan sebesar minus 0,09 persen.

Komoditas pendorong inflasi tahunan terbesar adalah emas perhiasan dengan andil 0,69 persen, diikuti bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen. Komoditas lain yang turut mendorong inflasi ialah pelumas atau oli mesin, angkutan udara, dan bensin.

Adapun komoditas yang dominan menghambat inflasi tahunan adalah cabai rawit dengan andil minus 0,30 persen, biaya sekolah menengah atas minus 0,12 persen, tomat minus 0,09 persen, bawang merah minus 0,08 persen, serta sabun deterjen bubuk minus 0,04 persen.

Selain inflasi tahunan, Provinsi NTT mengalami deflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,14 persen setelah pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,67 persen. Secara tahun kalender (year to date/ytd), inflasi tercatat sebesar 2,06 persen.

"Deflasi bulanan Juli 2026 terutama disebabkan turunnya indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,65 persen dengan andil minus 0,25 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,79 persen dengan andil minus 0,05 persen," ujar Matamira.

Ia mengatakan penghambat dominan deflasi bulanan adalah kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 1,18 persen dengan andil 0,16 persen. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 0,47 persen, sedangkan inflasi bulanan tertinggi terjadi di Maumere sebesar 0,34 persen.

Menurut dia, penurunan harga bawang merah, cabai rawit, dan kangkung dipengaruhi pasokan yang melimpah karena memasuki masa panen, sementara harga emas perhiasan turun mengikuti perkembangan harga emas dunia.

"Komoditas yang menghambat deflasi pada Juli antara lain daging ayam ras, angkutan udara, ikan tembang, ikan kembung, serta pelumas atau oli mesin. Kenaikan harga beberapa jenis ikan dipengaruhi faktor cuaca dan angin kencang, sedangkan tarif angkutan udara meningkat karena tingginya permintaan selama musim liburan sekolah," katanya.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.