BPS catat kunjungan wisman ke Bali baru naik secara tahunan pada bulan Juli - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara langsung ke Pulau Dewata secara tahun ke tahun (yoy) baru mulai meningkat pada Juli 2026. “Se...
Denpasar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara langsung ke Pulau Dewata secara tahun ke tahun (yoy) baru mulai meningkat pada Juli 2026.
“Selama tahun 2026, hanya di bulan Februari dan bulan Juli yang kita mengalami peningkatan secara year on year atau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, jadi di bulan-bulan Maret, April, Mei, Juni itu tingkat kunjungan kita masih lebih rendah dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan.
Agus Gede di Denpasar, Selasa, menyebut pada Juli 2026 lalu kunjungan wisman mencapai 697.809 kunjungan atau tumbuh 0,10 persen secara tahunan, dimana situasi ini berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun jika tidak terkendala faktor global.
"Untuk bulan Juli 2026 itu pariwisata kita mulai memasuki puncaknya, high bahkan peak season, karena di beberapa negara asal wisman mencatatkan terjadinya hari libur," ujarnya.
BPS Bali melihat penurunan pada periode Maret hingga Juni sendiri antara lain disebabkan oleh dinamika geopolitik global serta gangguan penerbangan.
"Kalau kemarin kan ada perang dan segala macam itu ya, itu juga menjadi salah satu penyebab penurunan, kan ada pembatalan penerbangan," ucap Agus Gede.
Meski sempat ada kendala, BPS Bali optimistis tren kunjungan wisman akan terus membaik hingga penghujung tahun selama kondisi eksternal tetap kondusif.
"Mudah-mudahan mulai Agustus ini sampai dengan nanti Desember, tingkat kunjungan kita terus meningkat dan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, paling tinggi itu biasanya memang di Agustus-September, kemudian dia akan melandai lagi di akhir tahun," tuturnya.
Lebih jauh, BPS Bali mendata peningkatan juga terjadi secara bulan ke bulan (mtm), dimana total 697.809 kunjungan pada Juli 2026 tadi naik 15,34 persen dibandingkan Juni 2026.
Berdasarkan paspor, wisatawan Australia mendominasi dengan 174.539 kunjungan (25,01 persen), disusul Tiongkok 59.029 kunjungan (8,46 persen), India 39.624 kunjungan (5,68 persen), Prancis 34.826 kunjungan (4,99 persen), dan Inggris 31.667 kunjungan (4,54 persen).
Secara wilayah kawasan, wisman dari Eropa mencatatkan jumlah terbanyak yakni 200.182 kunjungan, disusul Oseania sebanyak 195.481 kunjungan.
Meski menunjukkan tren positif secara tahunan dan bulan ke bulan, Agus Gede mengakui tren tersebut berbanding dengan catatan secara kumulatif.
Secara kumulatif periode Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisman ke Bali mencapai 3.900.965 kunjungan, angka ini turun 1,98 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
"Meski demikian sekarang justru lebih bagus karena sebelumnya turunnya lebih besar, kalau sekarang kan secara kumulatif turunnya 1,98 persen, harapannya ke depan terus mengalami peningkatan sehingga secara kumulatif juga mengalami peningkatan," ujar Agus Gede.
Seiring melonjaknya kedatangan wisman, BPS Bali juga memotret Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada Juli 2026 tercatat sebesar 67,29 persen, naik 2,42 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Okupansi tertinggi berada di hotel bintang lima sebesar 74,45 persen, sementara kenaikan terbesar terjadi di hotel bintang empat dari 60,95 persen menjadi 65,42 persen.
"Ini juga secara tidak langsung menunjukkan daya beli orang yang menginap di hotel karena pilihan hotelnya atau tingkat penghunian kamarnya lebih dominan di bintang 4 dan bintang 5, mudah-mudahan ini memberikan kontribusi yang relatif baik bagi perekonomian Bali," katanya.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.