BPBD Serang terima hibah EWS gempa dari UI dan PT TOA
Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menerima hibah Early Warning System (EWS) dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F...
Serang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menerima hibah Early Warning System (EWS) dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) dan PT TOA Indonesia untuk SDN Pasauran 1.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Kamis, mengapresiasi bantuan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT TOA Indonesia tersebut.
Menurutnya, kolaborasi ini adalah wujud kepedulian nyata terhadap mitigasi potensi bencana di wilayah Kabupaten Serang.
Baca juga: Banjir di Kabupaten Serang masih rendam empat kecamatan
"Kegiatan ini merupakan bentuk aksi dan partisipasi positif dari PT TOA Indonesia melalui CSR-nya, yang dikolaborasikan dengan Pengabdian Masyarakat FMIPA UI. Walaupun kita tidak mengharapkan terjadinya bencana, langkah pencegahan mutlak dipersiapkan agar masyarakat siap menghadapi segala kemungkinan," kata Ajat.
Selain serah terima EWS yang ditempatkan khusus di area sekolah, kegiatan ini dirangkai dengan Sosialisasi Siaga Bencana guna membangun budaya sadar bencana, meningkatkan pengetahuan, serta kesiapsiagaan warga sekolah.
"Sosialisasi penggunaan EWS ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi dampak kerugian. Mudah-mudahan para siswa ini bisa mensosialisasikan kembali ilmu yang didapat kepada orang tuanya di rumah masing-masing," tambah Ajat.
Dalam kesempatan yang sama, Pengajar Geologi FMIPA UI Twin Hosea Widodo Kristyanto menuturkan bahwa pemilihan lokasi di SDN Pasauran 1 merupakan tindak lanjut dari program edukasi bencana untuk guru SD, SMP, dan Pramuka di Desa Umbul Tanjung pada tahun 2024.
"Hasil diskusi kami memutuskan untuk kembali menyasar Desa Umbul Tanjung, tepatnya di SDN Pasauran 1, supaya ada nilai kesinambungan dari program sebelumnya," kata Twin.
Baca juga: Banjir Carenang Serang capai 1,2 meter, warga siaga
Baca juga: Status tanggap darurat bencana di Serang meluas ke 86 Desa
Berdasarkan tes awal (pretest), Twin menyebutkan bahwa banyak siswa yang belum memahami mitigasi gempa bumi. Namun, setelah diberikan materi dan simulasi, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman yang jauh lebih komprehensif.
Sementara itu, Brand dan Community Manager TOA Indonesia Clara Dinny mengatakan bahwa penyaluran alat peringatan dini bencana ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap keselamatan lingkungan sekitar.
"Kami tidak hanya berjualan, tetapi juga ingin bermanfaat bagi masyarakat secara langsung melalui program CSR," ucapnya.
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.