BPBD Belitung catat karhutla 386 kejadian - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat karhutla di daerah itu sepanjang 2026 sebanyak 386 kejadian dengan total luas ...
Tanjungpandan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat karhutla di daerah itu sepanjang 2026 sebanyak 386 kejadian dengan total luas lahan terbakar mencapai 632,14 hektare.
"Kami mencatat sampai kemarin (Senin, 5/10) karhutla di wilayah Belitung mencapai 386 kejadian dengan lahan terdampak seluas 632,14 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung Zainal Harison di Tanjungpandan, Selasa.
Ia mengimbau masyarakat di daerah itu tetap waspada menghadapi ancaman karhutla.
Menurut dia wilayah Belitung saat ini masih berada di fase musim panas yang ditandai dengan cuaca terik dan hembusan angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan tetap menjaga lingkungan sekitar dari potensi ancaman karhutla, mengingat kondisi cuaca saat ini masih sangat panas dan berangin," ujarnya.
Zainal menjelaskan, potensi ancaman karhutla di tengah cuaca ekstrem ini sangat tinggi jika tidak disikapi dengan kesadaran bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta menghindari tindakan berisiko yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan di pekarangan atau dekat lahan terbuka.
"Kemudian tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang ditumbuhi rumput atau ilalang kering," ujarnya.
Lebih lanjut Zainal juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan atau kebun baru dengan cara membakar.
Kasus karhutla yang ditangani oleh BPBD Belitung pada periode ini masih menunjukkan angka cukup tinggi.
Untuk itu, BPBD Belitung menuntut peran aktif dan kedisiplinan seluruh elemen masyarakat guna bersama-sama mencegah lingkungan dari ancaman karhutla.
"Mari kita jaga lingkungan kita dari ancaman karhutla. Pencegahan dini jauh lebih baik dan merupakan tanggung jawab kita bersama demi keselamatan dan kelestarian alam di Belitung," ujarnya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.