Bom Perang Dunia II Ditemukan di Blitar, Saat Diledakkan Getarannya Terasa 5 Km
Blitar - Sebuah bom peninggalan Perang Dunia Kedua ditemukan di kota Blitar, Jawa Timur. Saat bom itu diledakkan, getarannya terasa sampai radius 5 kilometer.Benda yang ditemukan seorang pemancing di Sungai Jal...
Blitar -
Sebuah bom peninggalan Perang Dunia Kedua ditemukan di kota Blitar, Jawa Timur. Saat bom itu diledakkan, getarannya terasa sampai radius 5 kilometer.
Benda yang ditemukan seorang pemancing di Sungai Jalan Manggar Kota Blitar dipastikan jenis bom aircraft yang masih aktif. Bom Perang Dunia II itu akhirnya berhasil diangkat oleh tim gabungan dari Jibom Brimob Polda Jatim dan Polres Blitar Kota.
"Puji Tuhan, tim berhasil mengangkat (mengevakuasi) yang rupanya memang itu adalah mortir atau bisa dikatakan bom udara atau bom aircraft. Kemudian diangkat bersama-sama tim gabungan," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris T. Lalo pada Kamis (9/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lalo, bom tersebut masih dalam status aktif dan utuh. Namun, kondisi bom itu sudah berkarat pada beberapa bagian. Hal itu diduga akibat tergerus aliran sungai.
"Menurut tim Jibom itu masih aktif. Posisinya terjepit batu, jadi sudah berkarat. Tidak ada tulisannya, karena mungkin sudah lama tertanam di situ dengan posisi 30 derajat," lanjutnya.
Bom Perang Dunia II Itu Akhirnya Diledakkan
Lalo menyebut bom jenis aircraft itu berukuran panjang sekitar 1,5 meter dan lebar sekitar 25-30 centimeter. Sementara beratnya sekitar 50-100 kilogram.
Setelah berhasil dievakuasi, bom itu akhirnya didisposal alias diledakkan. Peledakan terhadap bom itu dilakukan oleh Tim Jibom Brimob Polda Jatim Mako Kediri.
Disposal bom aircraft itu dilakukan di sekitar Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang jauh dari pemukiman warga. Saat bom itu diledakkan, getaran akibat ledakan dirasakan warga yang berjarak hingga sejauh lima kilometer.
"Untuk bom jenis aircraft yang telah dievakuasi kemarin sudah dilakukan disposal atau pemusnahan oleh tim Jibom Polda Jatim dengan personel Polres Blitar Kota. Disposal dilakukan siang tadi, dan berjalan lancar," terang Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, Jumat (10/7).
Samsul menyebut, disposal dilakukan di bekas galian tambang kawasan Kali Bladak, Kecamatan Nglegok. Lokasi tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman warga. Selain itu, lokasinya luas dan aman untuk proses disposal.
"Sebelum dilaksanakan disposal, personel melakukan sterilisasi lokasi. Untuk memastikan tidak ada warga maupun pekerja tambang pasir yang melintas di sekitar lokasi. Nah, setelah dinyatakan aman baru dilakukan disposal dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar," jelasnya.
Menurut Samsul, proses disposal disesuaikan dengan SOP dari Tim Jibom Brimob dengan mengutamakan keselamatan personel dan lingkungan sekitar. Polres Blitar Kota memastikan proses disposal itu berlangsung secara kondusif.
"Sampai dengan disposal selesai, personel dipastikan dalam keadaan aman dan lancar," katanya.
Salah seorang warga Nglegok, Eka mengaku mendengar dan merasakan getaran dari ledakan bom tersebut. Ia menyebut rumahnya berjarak sekitar 5 kilometer dari titik pusat lokasi peledakan bom itu.
"Kedengeran cukup keras sekali, jaraknya sekitar 4 sampai 5 kilometer dari Kali Bladak itu. Beberapa warga sekitar sini juga kaget, berhamburan keluar rumah. Kami kira Gunung Kelud meletus, ternyata sedang ada peledakan bom dari polisi," tandasnya.
Terkait asal-asul bom udara tersebut, Lalo mengaku belum dapat memastikan. Namun, polisi memastikan bom itu merupakan mortir pesawat apabil dilihat berdasarkan kondisi fisiknya.
"Kami belum tahu itu bom tahun berapa, kalau bicara dugaan ini bisa saja ke agresi militer dan sebagainya. Yang jelas memang keberadaan benda tersebut sudah lama. Dengan melihat kondisi fisiknya bom mortir pesawat," jelasnya.
-------
Artikel ini telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.
(wsw/wsw)