pickleballvnz.com

BNN Miskinkan Bandar Narkoba, Rampas Hasil Aset TPPU Senilai Rp 165 Miliar Sepanjang Oktober 2024-Juli 2026

 Berita Nasional Kamis, 23 Juli 2026 - 16:24 WIB ...

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:24 WIB

Bogor, VIVA – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI telah merampas hasil aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari transaksi narkotika dengan valuasi lebih Rp165 miliar pada periode Oktober 2024 sampai Juli 2026.

Baca Juga

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut perampasan aset TPPU itu berasal dari pengungkapan kasus dengan penyitaan 12,3 ton barang bukti narkotika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tidak cukup, tidak puas hanya menangkap, tetapi kami juga punya semangat untuk memiskinkan para bandar," ungkap Suyudi dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Baca Juga

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026

Photo :

Maka dari itu, BNN terus memperkuat pendekatan intelijen kerja sama lintas lembaga, operasi bersama, pemutusan rantai pasok, pengejaran jaringan lintas negara serta strategi follow the money (penelusuran aliran dana) untuk melumpuhkan kekuatan finansial sindikat.

Baca Juga

Suyudi menegaskan BNN terus menyempurnakan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan yang semakin komprehensif, berimbang, tegas serta tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika.

Kendati demikian, BNN tetap berlaku humanis dalam memulihkan penyalahguna dan korban guna membangun ketahanan masyarakat serta semakin preventif dalam melindungi anak-anak Indonesia sejak usia dini.

"Ini lah semangat yang kami maknai dalam War on Drugs for Humanity, yaitu perang terhadap kejahatan narkotika namun tetap menjunjung tinggi hak manusia, humanis terhadap korban penyalahguna demi menyelamatkan manusia," tuturnya.

Dia mengatakan bangsa Indonesia sedang berada pada fase yang sangat menentukan, di mana tengah mempersiapkan generasi yang akan mengisi puncak bonus demografi dan membawa Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian untuk mewujudkannya, kata dia, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing yang tinggi.

"Pemerintah telah membangun berbagai fondasi penting untuk mewujudkan dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan narkotika masih menjadi salah satu ancaman serius," ujar Suyudi. (Ant)

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026

BNN Sita 12,3 Ton Narkotika Sepanjang Oktober 2024-Juli 2026, Total Tersangka 1.259

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita lebih dari 12,3 ton barang bukti narkotika sepanjang Oktober 2024 hingga Juli 2026 sehingga berhasil menyelamatkan 48,3 juta jiwa.

VIVA.co.id

23 Juli 2026