BMKG prakirakan awal musim hujan di Sumsel mulai November 2026
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memasuki awal musim hujan pada November 2026 setelah sebagian besar wilayah masih ANTARA News sumsel 10 ...
BMKG prakirakan awal musim hujan di Sumsel mulai November 2026
Jumat, 18 September 2026 10:59 WIB
Foto udara Jembatan Ampera Palembang yang tertutup kabut asap saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Palembang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Sumatera Selatan (Sumsel) mulai memasuki awal musim hujan pada November 2026 setelah sebagian besar wilayah masih mengalami kondisi kering hingga awal Oktober.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Kamis, mengatakan September menjadi salah satu periode terkering di Sumsel, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Peluang hujan mulai muncul pada Oktober, namun intensitasnya masih relatif rendah. Potensi hujan pada periode tersebut terutama berada di wilayah utara hingga tengah Sumsel, seperti Banyuasin, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Sedangkan potensi hujan juga mulai muncul di wilayah selatan, termasuk OKI dan sebagian wilayah OKU.
Memasuki November 2026, Sumsel diprakirakan mulai memasuki musim hujan 2026/2027. Meski pada tahap awal intensitas hujan masih relatif rendah, kata dia, distribusi hujan diperkirakan mulai lebih merata di berbagai wilayah.
"Sampai bulan November memang curah hujan lebih kering dari biasanya, tetapi bulan November meskipun lebih kering sudah di atas 50 milimeter per tujuh hari," kata Wandayantolis.
Pihaknya juga memantau adanya potensi pertumbuhan awan hujan pada 18 dan 22 September 2026. Kondisi tersebut diharapkan dapat menghasilkan hujan di wilayah yang mengalami kekeringan serta membantu membasahi titik panas dan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun sebaran hujan tetap bergantung pada kondisi angin. Arah pergerakan angin dapat memengaruhi wilayah yang menerima pertumbuhan awan hujan.
"Secercah harapan ada potensi awan kuat. Mudah-mudahan awan tersebut bisa menghasilkan hujan, terutama di daerah yang ada hotspot dan fire spot," ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kondisi cuaca kering hingga memasuki periode peralihan menuju musim hujan, terutama di wilayah yang masih mengalami kekeringan dan rawan karhutla.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Awal musim hujan di Sumsel diprakirakan mulai November
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026