pickleballvnz.com

BMKG Bengkulu imbau warga tingkatkan kewaspadaan antisipasi karhutla - ANTARA News Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno mengimbau masyarakat di Provinsi Bengkulu agar meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi ...

Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno mengimbau masyarakat di Provinsi Bengkulu agar meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu dilakukan karena sepanjang Agustus 2026 BMKG mencatat jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Provinsi Bengkulu telah mencapai 295 titik.

"Walaupun belum ada laporan karhutla, masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan melakukan pencegahan. Jangan sampai aktivitas masyarakat justru memicu terjadinya kebakaran," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Evi Ismiazizah di Kota Bengkulu, Jumat.

Dengan banyaknya jumlah titik panas yang terdeteksi sepanjang Agustus, masyarakat diminta tidak menganggap remeh keberadaan titik panas dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

Ia menyebut daerah dengan jumlah titik panas terbanyak yaitu Kabupaten Kaur yang mencapai 120 titik.

Menurut dia, potensi kebakaran lahan dapat meningkat ketika kondisi lingkungan lebih kering. Untuk itu masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, khususnya di kawasan yang mudah terbakar.

Kemudian, dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area terbuka tanpa pengawasan, dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sengaja.

"Pencegahan ini harus dilakukan bersama-sama. Kita berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran," ujarnya.

Selain itu, lanjut Evi, suhu udara di Provinsi Bengkulu juga terpantau cukup tinggi yaitu dengan suhu maksimum yang tercatat berada di angka 32,4 derajat Celsius.

"Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga berpotensi lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api," jelas dia.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.