Bisnis Pet Insurance di Indonesia Mulai Tumbuh, Ini Peluangnya
ILUSTRASI. Meningkatnya biaya perawatan hewan peliharaan turut mendorong perhatian terhadap produk asuransi hewan atau pet insurance di Indonesia (KONTAN/Anna Suci) Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo K...
ILUSTRASI. Meningkatnya biaya perawatan hewan peliharaan turut mendorong perhatian terhadap produk asuransi hewan atau pet insurance di Indonesia (KONTAN/Anna Suci)
Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya biaya perawatan hewan peliharaan turut mendorong perhatian terhadap produk asuransi hewan atau pet insurance di Indonesia. Produk ini dinilai memiliki peluang untuk berkembang seiring semakin besarnya ekosistem dan kebutuhan pemilik hewan peliharaan.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menilai, produk asuransi kesehatan hewan atau pet insurance masih memiliki ruang untuk tumbuh di Indonesia. Meski demikian, penetrasi produk tersebut saat ini masih relatif terbatas.
Menurut Budi, perkembangan ekosistem hewan peliharaan membuka peluang bagi industri asuransi umum untuk memperluas produk personal line sekaligus menjangkau segmen konsumen baru.
Ekosistem tersebut tidak hanya mencakup hewan peliharaan, tetapi juga berbagai kebutuhan pendukung seperti pakan, layanan veteriner, obat-obatan hingga perawatan hewan.
"Dengan ekosistem yang semakin berkembang, pet insurance berpotensi menjadi salah satu produk niche yang tumbuh menjadi segmen baru bagi industri asuransi umum," ujarnya kepada Kontan, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Asei Ungkap Faktor yang Bisa Mendorong Rasio Klaim Asuransi Kredit
Pengalaman Pemilik Hewan Menggunakan Pet Insurance
Salah satu pemilik hewan peliharaan yang memutuskan menggunakan pet insurance adalah Elieka. Saat dihubungi Kontan melalui akun Instagram pribadinya, ia mengatakan telah menggunakan produk asuransi hewan BIGPaw dari BCAinsurance sejak April 2026.
Elieka menggunakan produk tersebut untuk anjing peliharaannya berjenis pomeranian atau anjing pom yang telah berusia sekitar 8 tahun.
Untuk memberikan perlindungan terhadap hewan peliharaannya, Elieka memilih paket PAW EXclusive dengan premi sekitar Rp1,8 juta untuk masa perlindungan selama satu tahun.
Berdasarkan pengalamannya, produk tersebut memberikan sejumlah manfaat, antara lain santunan kematian akibat kecelakaan, kehilangan akibat pencurian, tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, santunan kremasi, serta perlindungan rawat inap akibat sakit dan kecelakaan.
Produk tersebut juga memberikan manfaat rawat jalan untuk kecelakaan.
Elieka mengatakan, keputusan menggunakan asuransi salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya biaya perawatan hewan. Apalagi, anjing peliharaannya telah memasuki usia senior sehingga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, keberadaan asuransi hewan membantu menekan biaya perawatan. Dengan adanya perlindungan tersebut, ia merasa lebih leluasa ketika hewan peliharaannya membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Selain itu, perlindungan asuransi membuat pemeriksaan yang dinilai diperlukan oleh dokter dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini membantu proses diagnosis dan pengobatan, termasuk untuk pemeriksaan yang membutuhkan biaya seperti tes darah atau pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Allianz Utama Perkuat Diversifikasi Portofolio di Tengah Premi Properti yang Lesu
"Kalau sekarang ada sakit dan perlu tes darah atau lab, aku sudah tidak terlalu ragu sama biayanya. Jadi bisa langsung approve buat lakukan tes lab yang bikin diagnosis dokter lebih akurat dan masa penyembuhannya juga lebih cepat," ujarnya kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).
Syarat Pet Insurance
Dari sisi persyaratan, Elieka mengatakan produk pet insurance yang digunakannya menetapkan sejumlah ketentuan bagi hewan yang akan diasuransikan.
Salah satunya terkait batas usia hewan peliharaan, yakni maksimal delapan tahun. Selain itu, hewan juga harus memiliki stambum atau sertifikat.
Apabila tidak memiliki stambum, pemilik hewan dapat menggunakan sertifikat mikrocip sesuai dengan ketentuan produk asuransi.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pet insurance tidak hanya berkaitan dengan risiko kehilangan atau kematian hewan peliharaan. Produk ini juga dapat menjadi pilihan perlindungan terhadap biaya perawatan kesehatan hewan yang semakin menjadi perhatian pemilik.
Dengan berkembangnya ekosistem hewan peliharaan di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan kesehatan, perawatan, dan pembiayaan hewan berpotensi menjadi bagian dari pasar baru bagi industri asuransi umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag