BGN Nabire libatkan pemerintah distrik awasi dapur SPPG - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan pemerintah distrik dan puskesmas dalam pengawasan standar kebersihan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk men...
Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melibatkan pemerintah distrik dan puskesmas dalam pengawasan standar kebersihan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencegah gangguan keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Selasa, mengatakan pelibatan pemerintah distrik, puskesmas, kelurahan, kampung, TNI, dan Polri dilakukan agar pengawasan dapur SPPG berjalan lebih objektif.
"Kita perlu juga melibatkan pihak luar untuk bisa lebih netral dalam memberikan penilaian dan pengawasan," katanya.
Ia mengatakan pengawasan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala BGN agar kepala distrik, kepala puskesmas, kepala kelurahan, dan pihak terkait aktif mengawasi operasional dapur SPPG.
Menurutnya, hasil kunjungan ke sejumlah dapur SPPG menemukan beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama berkaitan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kebersihan dapur.
Ia mengatakan pengawasan perlu dilakukan secara rutin karena dapur SPPG beroperasi setiap hari, sehingga kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) harus dipastikan secara berkelanjutan.
"Memang ada sedikit masalah terutama di IPAL dan kebersihan di dapur. Maka nanti kita akan evaluasi lalu kita berikan surat kepada dapur untuk melakukan perbaikan," ujarnya.
Ia menegaskan BGN menargetkan tidak terjadi keracunan maupun kejadian yang mengganggu pelaksanaan program MBG sehingga SPPG yang belum memenuhi ketentuan akan mendapat pembinaan dan diminta melakukan perbaikan.
Menurutnya, apabila pelanggaran terhadap SOP tidak segera diperbaiki, BGN dapat menghentikan sementara operasional SPPG sampai seluruh persyaratan dipenuhi.
Saat ini terdapat 14 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Nabire dengan sembilan diantaranya berada di Distrik Nabire.
Kepala Distrik Nabire Yusak Jitmau mengatakan kunjungan bersama tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan SPPG, termasuk proses sterilisasi dan penyediaan makanan dalam Program MBG.
Ia mengatakan secara umum SPPG yang dikunjungi telah memenuhi standar pelayanan, tetapi terdapat dua SPPG yang masih membutuhkan pembenahan, terutama dari aspek kebersihan penyediaan makanan.
Ia menjelaskan sebagian besar bahan baku yang digunakan SPPG berasal dari pangan lokal Nabire seperti ikan, sayuran, beras, dan umbi-umbian.
"Secara garis besar, sekitar 85 persen stok bahan MBG itu dari pangan lokal," katanya.
Ia berharap produksi pangan lokal terus ditingkatkan agar kebutuhan bahan baku SPPG dapat dipenuhi dari masyarakat Nabire sekaligus mendukung keberlanjutan Program MBG di daerah.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.