BGN: Guru jadi teladan edukasi gizi MBG melalui makan bersama siswa
Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan dengan makan bersama siswa sambil mengedukasi ANTARA News jogja 28 ...
BGN: Guru jadi teladan edukasi gizi MBG melalui makan bersama siswa
Selasa, 8 September 2026 21:11 WIB
Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran MBG tahun 2027 sebesar Rp240,2 triliun untuk menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah usia PAUD hingga SMA, ibu hamil dan menyusui, serta balita. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/sgd
Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan dengan makan bersama siswa sambil mengedukasi tentang gizi.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa mengatakan, kehadiran guru saat makan bersama peserta didik tidak semata-mata dimaknai sebagai bagian dari penerima manfaat, tetapi juga upaya memperkuat fungsi guru sebagai teladan dalam membangun kebiasaan makan sehat.
"Guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana menikmati makanan bergizi, mengenali komposisi makanan, menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan, serta membangun kebiasaan makan yang baik," ujar Hida.
Hida menjelaskan, MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun pemahaman mengenai gizi seimbang, kebiasaan makan yang baik, kebersihan, kedisiplinan, serta karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, melainkan juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari, oleh karena itu, guru dapat menjadi pendidik pertama dalam implementasi Program MBG di sekolah," katanya.
Guru sebagai lapisan terakhir juga turut memastikan makanan yang disantap para siswa aman karena kehadiran mereka menjadi sarana untuk membangun suasana makan yang positif. Guru dapat mengajak siswa mengenali komponen makanan yang tersedia, seperti sumber protein, sayur, buah, dan karbohidrat, sekaligus menjelaskan manfaatnya bagi pertumbuhan dan aktivitas sehari-hari.
"Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan. Anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan itu bergizi, tetapi memahami mengapa mereka perlu mengkonsumsi makanan tersebut dan bagaimana membiasakan pola makan yang sehat. Guru memiliki peran penting untuk membantu proses itu menjadi bagian dari keseharian siswa," tuturnya.
Hida juga menegaskan, keterlibatan guru dalam MBG perlu dipahami sebagai bagian dari fungsi pendidikan, bukan semata-mata sebagai tugas tambahan. Guru tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pendidik, sementara pelaksanaan aspek teknis dan administratif program di sekolah dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan pendekatan tersebut, BGN berharap pelaksanaan MBG dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Makanan yang diterima peserta didik tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat.
Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026