pickleballvnz.com

BGN Awasi Ketat Dapur MBG Pakai Teknologi AI Sampai CCTV

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sistem pengawasan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggunakan kamera pengawas atau CCTV, yang terhubung ke pusat dan dilengkapi teknologi k...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sistem pengawasan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggunakan kamera pengawas atau CCTV, yang terhubung ke pusat dan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, saat ini seluruh dapur MBG telah memiliki CCTV. Namun, rekaman tersebut masih digunakan untuk kebutuhan internal masing-masing dapur.

"Kami berusaha mengintegrasi CCTV. Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV. Hanya saja CCTV-nya belum.. atau hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

BGN, katanya, kini tengah menguji coba sistem tersebut di sekitar 70 dapur. Melalui integrasi CCTV dan AI, pemerintah ingin memantau kepatuhan pengelola dapur terhadap standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengolahan makanan hingga kebersihan peralatan makan.

"Kita kasih Artificial Intelligence (AI) sehingga kita bisa memonitor SOP. SOP apakah pengolahan, persiapan, cuci ompreng, macam-macam ya. Termasuk misalnya ketaatan orang nyacah kol misalnya," jelas dia.

Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sudaryono mencontohkan, pengawasan diperlukan karena masih ada pekerja dapur yang belum terbiasa mengolah bahan makanan sesuai prosedur kebersihan. Ia menyinggung kebiasaan memotong sayuran di lantai, yang seharusnya dilakukan di atas meja.

"Nah, itu dengan adanya CCTV kemudian ada pop-up, dan kita bisa pantau. Artinya, kita benahi semua ya. Ketaatan dari SOP relawannya, dari kepala dapurnya, dan dari mitra yayasannya," katanya.

Melalui sistem tersebut, BGN juga ingin memperbaiki tata kelola dapur dan menertibkan praktik mitra yayasan yang dinilai tidak sesuai ketentuan dalam pelaksanaan program MBG.

(wur) [Gambas:Video CNBC]