pickleballvnz.com

Besok, 50 Ribu Buruh Kawal RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Liputan6.com, Jakarta - Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memastikan aksi damai sekitar 50 ribu buruh di Jakarta, Kamis (24/9/2026), tetap digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait Rancangan Un...

Liputan6.com, Jakarta - Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memastikan aksi damai sekitar 50 ribu buruh di Jakarta, Kamis (24/9/2026), tetap digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.

Massa buruh dari Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan DKI Jakarta akan bergerak menuju Jakarta menggunakan sepeda motor. Aksi tersebut akan menjadi penyampaian aspirasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto setelah buruh menempuh jalur diplomasi selama sekitar empat bulan.

“Aksi besar damai tetap dilaksanakan besok. Total massa hampir mencapai 50 ribu buruh,” ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).

Andi Gani mengatakan massa akan berkumpul di kawasan Semanggi pada pukul 10.00 WIB. Massa kemudian bergerak perlahan menuju kawasan UOB, sebelum Grand Indonesia, untuk menunggu delegasi buruh.

Dia membantah informasi yang menyebut Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagai titik kumpul aksi. “Tidak benar kalau titik kumpulnya di Bundaran HI. Banyak sekali hoaks. Titik kumpul awalnya dari Semanggi dan kami akan menunggu delegasi di depan UOB,” ujarnya.

Pada waktu yang sama, sejumlah pimpinan konfederasi buruh akan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha sekitar pukul 09.00 WIB. Delegasi tersebut akan menyerahkan petisi dan aspirasi buruh untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo.

Andi Gani menyebut aksi tersebut sebagai pilihan terakhir setelah buruh menjalani proses diplomasi selama sekitar empat bulan. “Pilihan ini pilihan yang sangat-sangat terakhir buat kami,” katanya.

Dia juga membantah aksi tersebut berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Andi Gani menegaskan KBPBI tidak membawa agenda untuk menggoyang atau menjatuhkan pemerintahan.

“Kami tegaskan tidak benar. Tidak ada niatan gerakan buruh ini untuk menggoyang-goyang, menjatuhkan pemerintahan yang sah,” tegasnya.