pickleballvnz.com

Bertemu Kepala BGN, mitra SPPG Kalteng minta percepatan operasional dapur MBG di wilayah terpencil

Salah satu investor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Supriadi, bertemu langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), ANTARA News kalteng 1 ...

Bertemu Kepala BGN, mitra SPPG Kalteng minta percepatan operasional dapur MBG di wilayah terpencil

Jumat, 24 Juli 2026 17:07 WIB

Image Print

Kepala BGN, Sudaryono bersama Koordinator Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) SPPG terpencil wilayah Kalteng, Supriadi saat berada di kantor BGN di Jakarta, Kamis (23/7/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Puruk Cahu (ANTARA) - Salah satu investor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Supriadi, bertemu langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam agenda dialog bersama para mitra SPPG wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Jakarta, Kamis (23/7).

“Forum pertemuan itu tentunya menjadi sarana penyampaian aspirasi sekaligus evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya tantangan operasional di wilayah terpencil,” katanya saat dihubungi dari Puruk Cahu, Jumat (24/7).

Dalam pertemuan tersebut, Supriadi yang juga Koordinator Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) SPPG terpencil wilayah Kalimantan Tengah hadir bersama jajaran Pengurus Pusat APGI.

Menurut Supriadi, sebelumnya para investor telah berkomitmen dan mengeluarkan modal untuk membangun dapur MBG - SPPG terpencil di Kabupaten Murung Raya, dan daerah lainnya di wilayah Kalimantan Tengah dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat dan anak-anak di daerah pelosok.

Saat ini dapur tersebut telah selesai dibangun, namun belum dapat beroperasi. Kondisi ini membuat para investor masih harus menanggung beban pembiayaan yang cukup besar.

“Bila kita lihat pembangunan dapur SPPG di daerah terpencil memiliki dasar hukum yang sah. Pembangunan tersebut mengacu pada Surat Keputusan (SK) resmi yang dikeluarkan oleh BGN dan selaras dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, bukan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 yang sempat memicu kebingungan di kalangan investor,” tambahnya.

Untuk itu, Supriadi menyampaikan pihaknya sangat berharap di kepemimpinan BGN yang baru dilantik, tidak menganulir kebijakan yang telah diambil sebelumnya atas nama lembaga negara. BGN diharapkan merealisasikan pembayaran dan pengoperasian seluruh titik SPPG yang sudah dibangun di wilayah terpencil di Kalteng.

“Adapun jumlah SPPG terpencil di Kalteng ada sebanyak 425. Setelah bertemu dengan kepala BGN kami optimistis dapur MBG di wilayah terpencil di Kalteng dapat segera beroperasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Supriadi menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru. Dia mengapresiasi keterbukaan pimpinan BGN yang bersedia menerima audiensi para mitra pada hari kedua usai dilantik.

Baca juga: Dina Maulidah dipercaya pimpin Perempuan Bangsa di Kalteng

Baca juga: DPRD Murung Raya optimalikan kinerja AKD

Baca juga: Pemkab Mura gelar Dialog Publik Raperda TJSLB ke investor

Pewarta : Supriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.