Berbekal Silat, Petugas Kebersihan Taklukan Pria Bersenjata Pisau di Singapura
Dalam wawancara melalui telepon dengan CNA, Osman mengungkapkan bahwa ia pernah menjalani kehidupan kriminal dan sempat mendekam di penjara. Di balik jeruji besi, ia belajar silat, salah satu bentuk seni bela d...
Dalam wawancara melalui telepon dengan CNA, Osman mengungkapkan bahwa ia pernah menjalani kehidupan kriminal dan sempat mendekam di penjara. Di balik jeruji besi, ia belajar silat, salah satu bentuk seni bela diri, dari teman satu selnya.
“Maaf mengatakannya, saya bukan pahlawan,” kata Osman. “Saya pernah belajar beberapa bela diri dan saya beruntung bisa menjatuhkannya.”
Osman mengatakan dirinya terjerumus ke lingkungan yang buruk ketika masih muda dan melakukan sejumlah tindak kriminal yang akhirnya membuatnya dipenjara. Ia menolak menjelaskan lebih jauh mengenai tindak pidana yang pernah dilakukannya.
Setelah keluar dari penjara, Osman mengatakan dirinya berusaha memberikan kontribusi kepada masyarakat. Ia juga aktif melakukan kegiatan amal bersama Jamiyah Singapore, sebuah organisasi amal Muslim.
“Ini waktu saya membalasnya,” ujarnya. “Dulu saya pernah menjadi kriminal, dan sekarang saya berubah menjadi lebih baik.”
Pada Senin malam, Osman dikunjungi Anggota Parlemen untuk Jurong East-Bukit Batok, David Hoe, di flat sewaannya di Clementi.
Dalam unggahan di Facebook, Hoe mengatakan Osman merupakan bagian dari komunitas Yellow Ribbon Singapore bagi mantan narapidana dan telah mengubah hidupnya.
Pada Selasa malam, Hoe juga menyerahkan sejumlah uang kepada Osman di area bawah blok tempat tinggalnya di Clementi.
Dana tersebut dikumpulkan dari 22 warga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Osman sehingga ia dapat beristirahat di rumah dan tidak perlu masuk kerja.
Osman sebelumnya mendapat perawatan di rumah sakit karena luka ringan di kepala pada Senin dan memperoleh cuti medis. Namun, ia memutuskan kondisinya cukup baik untuk kembali bekerja sebagai petugas kebersihan kantor di kawasan Alexandra pada Selasa.
“Ada beberapa bagian tubuh saya yang terluka, tetapi saya hanya minum Panadol dan seharusnya baik-baik saja. Saya sudah kembali bekerja,” katanya.
Ketika ditanya apakah memiliki pesan untuk pria yang berhasil dilucutinya, Osman menjawab singkat.
“Saya bilang kepadanya, berdoalah dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu Muslim, Buddha, atau apa pun, berdoalah dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.