Bensin Pertalite Dijual Rp 100 Ribu per Botol, Endingnya Ditangkap Polisi
Jakarta - Polisi menangkap enam pengecer bahan bakar minyak (BBM) dengan harga tidak wajar. Per botol 1,5 liter dijual Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.Dikutip dari detikBali, keenam pengecer itu adalah PSAA (25),...
Jakarta -
Polisi menangkap enam pengecer bahan bakar minyak (BBM) dengan harga tidak wajar. Per botol 1,5 liter dijual Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
Dikutip dari detikBali, keenam pengecer itu adalah PSAA (25), GAW (17), GR (31), F (31), U (27), dan IGRA (23). Mereka menjual BBM jenis Pertalite dari Rp50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk setiap botol ukuran 1,5 liter.
Bensin eceran itu dijual melalui Facebook Marketplace dan bertransaksi dengan pelanggan lewat cash on delivery (COD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjualnya dengan harga tinggi Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per botol 1,5 liter melalui medsos Facebook dengan cara cash on delivery," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Ariasandy, Jumat (16/10/2026).
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari keenam pengecer BBM nakal itu. Berbagai barang bukti itu berupa 18 botol plastik penuh atau sekitar 27 liter Pertalite, empat botol kosong, serta sebuah galon berisikan 4 liter Pertalite. Uang tunai Rp 820 ribu dari hasil penjualan serta motor milik pelaku turut disita.
Keenam pengecer BBM nakal itu telah ditetapkan tersangka. Mereka disangka melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) sebagaimana diubah dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Mereka terancam pidana maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar.
Kelangkaan BBM di Bali
Dirut PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkap biang kerok kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir hingga memicu antrean panjang kendaraan. Simon menyebutkan kapal tanker Pertamina mengalami kendala saat bongkar muat dan kesulitan untuk memasang jangkar.
"Salah satu penyebab utama adalah salah satu kapal ketika kemarin pada saat untuk discharge kargo itu mengalami kesulitan di anchor, jangkarnya," kata Simon di Depo Pertamina Sanggaran, Denpasar, dilansir detikBali, Rabu (14/10/2026).
PT Pertamina Patra Niaga kembali memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali melalui jalur laut. Sebanyak 20 juta liter Pertalite tiba di Bali hari ini.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pasokan tersebut diangkut menggunakan dua kapal tanker yang bersandar di dua terminal berbeda. Sebanyak 16 juta liter Pertalite tiba di Terminal Manggis dan 4 juta liter di Terminal Sanggaran.
"MT Pangkalan Brandan bersandar di Integrated Terminal (IT) Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, sementara MT Asian Rigel bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran dengan membawa 4 juta liter Pertalite," ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan mengurangi kepadatan antrean, Pertamina juga mengadakan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) yang dikhususkan bagi pengendara sepeda motor.
Layanan tersebut memiliki batas pembelian maksimal tiga liter per orang. Pembayaran dilakukan secara tunai.
Pertamina Patra Niaga juga terus memantau ketersediaan stok dan mempercepat penyaluran dari terminal menuju SPBU sesuai kebutuhan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
(riar/dry)