BEI catat investor saham di Lampung hingga Agustus 2026 capai 222.978 orang
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung mencatat jumlah investor saham di Provinsi Lampung hingga Agustus 2026 telah mencapai 222.978 orang. "Pasar modal ANTARA News lampung 10 ...
BEI catat investor saham di Lampung hingga Agustus 2026 capai 222.978 orang
Selasa, 6 Oktober 2026 18:06 WIB
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung Hendi Prayogi memberikan keterangan terkait pasar modal. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Pasar modal produknya cukup banyak seperti obligasi, reksa dana dan saham
Bandarlampung (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung mencatat jumlah investor saham di Provinsi Lampung hingga Agustus 2026 telah mencapai 222.978 orang.
"Pasar modal produknya cukup banyak seperti obligasi, reksa dana dan saham. Untuk saham berdasarkan data rekapitulasi hingga Agustus 2026 jumlah single investor identification (SID) mencapai 222.978," ujar Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung Hendi Prayogi di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan capaian jumlah investor saham di Agustus 2026 tersebut meningkat, dibandingkan total kumulatif investor saham di 2025 yang jumlahnya sebanyak 185.728 investor.
"Namun untuk jumlah investor baru saham hingga Agustus 2026 belum meningkat signifikan dengan jumlah single investor identification baru sebanyak 37.250. Sedangkan sepanjang 2025 jumlah investor baru saham mencapai 92.737 single investor identification," katanya.
Dia melanjutkan pada 2026, jumlah penambahan investor baru saham per bulan paling banyak terjadi di Januari dengan jumlah 9.224 single investor identification, sedangkan rata-rata per bulan ada penambahan investor baru saham sebesar 3.000-4.000 single investor identification.
"Masih ada waktu empat bulan lagi, kami yakin untuk investor saham bisa lebih maksimal. Tetapi fokus dari Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia tidak hanya saham melainkan fokus ke pasar modal. Tapi akan terus kami tingkatkan untuk literasi pasar modal salah satunya untuk produk saham," ucap dia.
Menurut dia, pihaknya juga terus memperluas edukasi mengenai investasi di pasar modal agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan investasi dengan aman, serta tidak terlibat dalam investasi ilegal atau investasi bodong.
"Karena ketertarikan masyarakat akan produk pasar modal beragam, tentu peran literasi dan edukasi ini akan terus diperkuat," tambahnya.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.