Bawaslu Provinsi Gorontalo perkuat kapasitas pengawas melalui diskusi - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas pengawas melalui rangkaian diskusi hukum tematik bulanan tahun 2026. Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Wahyu...
Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas pengawas melalui rangkaian diskusi hukum tematik bulanan tahun 2026.
Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Wahyudin Akili pada diskusi yang digelar di aula kantor Bawaslu Gorontalo, Kamis mengatakan diskusi hukum tersebut mengangkat tema 'Problematika syarat pencalonan dan terjadinya pemungutan suara ulang (PSU): Studi Komparatif Kasus Ridwan Yasin dan Rusli Habibie'.
Wahyudin selaku koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum mengatakan diskusi ini menjadi ruang evaluasi dan pembelajaran bagi jajaran pengawas pemilu, dalam memperkuat pemahaman terhadap persoalan hukum kepemiluan.
Dia menegaskan bahwa forum diskusi tidak hanya menjadi tempat bertukar pandangan, tetapi juga sarana mempertajam kemampuan analisis, argumentasi, interpretasi, serta penalaran hukum jajaran Bawaslu.
Ia menilai berbagai pengalaman penanganan perkara, termasuk yang pernah terjadi di Gorontalo Utara, memberikan pelajaran penting mengenai mekanisme pengawasan, penyelesaian sengketa, sampai upaya menjaga hak konstitusional warga negara dalam setiap proses kepemiluan.
Wahyudin juga berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan di tingkat Bawaslu kabupaten/kota.
Menurutnya, forum diskusi dapat dilakukan dengan mengangkat pengalaman masing-masing daerah, maupun menghadirkan narasumber dari luar Gorontalo sebagai pembanding.
“Jangan sampai diskusi seperti ini berhenti di tingkat provinsi. Kabupaten/kota juga perlu membangun ruang-ruang penguatan agar pengalaman dan pengetahuan pengawasan yang dimiliki, dapat terus berkembang,” katanya.
Melalui pelaksanaan diskusi hukum tematik tersebut, Bawaslu Provinsi Gorontalo berharap budaya belajar, evaluasi dan penguatan kapasitas pengawas dan pengawasan, dapat terus tumbuh di seluruh jajaran.
Dengan demikian, menurut dia, pengalaman pada penyelenggaraan pemilu dan pemilihan sebelumnya, dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan penanganan persoalan hukum kepemiluan ke depan.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.