Bawaslu Bogor edukasi pelajar SMA/SMK cegah politik uang dan hoaks - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bogor membekali 20 pelajar SMA/SMK dengan pengetahuan pencegahan politik uang, hoaks, dan pelanggaran pemilu melalui Pendidikan Pengawas Partis...
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bogor membekali 20 pelajar SMA/SMK dengan pengetahuan pencegahan politik uang, hoaks, dan pelanggaran pemilu melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).
Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Ridwan Arifin di Cibinong, Jumat, mengatakan peserta P2P dipilih dari kalangan ketua dan pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS) karena merupakan representasi pemilih pemula yang memiliki peran strategis bagi kualitas demokrasi di masa depan.
Ridwan menjelaskan para peserta memperoleh pembekalan mengenai sistem kepemiluan di Indonesia, tugas dan kewenangan Bawaslu, bentuk pelanggaran pemilu, pengawasan kampanye, pencegahan politik uang, pengawasan partisipatif berbasis masyarakat, hingga pemanfaatan media digital untuk menangkal hoaks dan disinformasi.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif untuk memahami tantangan penyelenggaraan pemilu serta merumuskan peran pelajar dalam membangun budaya demokrasi yang jujur dan berintegritas di lingkungan sekolah.
"Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, mereka diharapkan mampu mengajak sesama pelajar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, serta berani menolak politik uang, hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu," katanya.
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan komitmen Bawaslu untuk membangun demokrasi yang partisipatif, sehingga masyarakat tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga mengawal setiap tahapan pemilu.
Lolly menilai pelaksanaan P2P di berbagai daerah berjalan baik. Menurut dia, peserta dari Kabupaten Bogor menunjukkan pemahaman yang mendalam mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.
"Mereka menunjukkan pemahaman yang cukup mendalam terkait demokrasi dan pengawasan pemilu. Hal itu menjadi harapan baru bagi kualitas demokrasi Indonesia di masa mendatang," ujarnya.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.