pickleballvnz.com

Batavia AM Optimis Dana Kelolaan Reksadana Masih Tumbuh Semester II 2026

ILUSTRASI. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia AM) memandang prospek pertumbuhan dana kelolaan reksadana pada semester II/2026 masih cukup positif (KONTAN/Daniel Prabowo) Reporter: Vivit Dewi | Edito...

ILUSTRASI. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia AM) memandang prospek pertumbuhan dana kelolaan reksadana pada semester II/2026 masih cukup positif (KONTAN/Daniel Prabowo)

Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia AM) memandang prospek pertumbuhan dana kelolaan reksadana pada semester II/2026 masih cukup positif. Perusahaan melihat potensi pemulihan pasar pada paruh kedua tahun ini dapat menopang pertumbuhan industri reksadana.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai aset kelolaan (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp 1.025,12 triliun per Juli 2026, meningkat 2,08% secara month to month (mtm), meski masih turun 1,69% secara year to date (ytd). Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana tercatat sebesar Rp 663,26 triliun, naik 1,59% mtm, tetapi masih terkoreksi 1,79% ytd.

Padahal, pada Januari 2026, AUM industri sempat mencapai Rp 1.081,47 triliun atau tumbuh 3,71% mtm dan ytd. Adapun NAB reksadana pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 714,04 triliun atau meningkat 5,73% mtm dan ytd.

Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Eri Kusnadi, mengatakan sentimen pasar pada semester II berpotensi membaik seiring melandainya harga minyak dan perubahan kebijakan pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Saham Big Banks Bergerak Variatif, Sentimen Dana SAL Jadi Penopang

"Seharusnya seiring minyak yang melandai harganya dan perubahan kebijakan pemerintah Indonesia dapat membantu mengangkat sentimen yang lebih baik," ujarnya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).

Menurut Eri, seluruh jenis reksadana memiliki potensi masing-masing pada semester II 2026. Namun, ia melihat reksadana saham berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan dana kelolaan setelah sebelumnya mengalami underperformance.

"Secara potensi saya melihat saham, karena sudah underperformed sebelumnya," katanya.

Untuk mendorong pertumbuhan dana kelolaan hingga akhir tahun, Batavia AM akan berfokus pada aktivitas promosi dan peluncuran produk baru yang menarik bagi investor.

Baca Juga: Prudential Indonesia Terapkan AI Mulai Sisi Operasional hingga Pengelolaan Risiko

Eri menambahkan, pertumbuhan dana kelolaan Batavia AM secara year to date (ytd) sejauh ini masih cukup baik. Meski tidak memasang target khusus hingga akhir tahun, perseroan berharap potensi pemulihan pasar dapat menopang pertumbuhan dana kelolaan pada semester II 2026.

"So far pertumbuhan kita cukup baik di year to date. Saya rasa tidak ada target khusus. Tentunya kami berharap masih bisa naik lagi karena potensi pemulihannya cukup ada," tutupnya.

Dengan sentimen pasar yang diperkirakan membaik, Batavia AM optimistis pertumbuhan dana kelolaan reksadana masih dapat berlanjut hingga akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag