Batam rutin normalisasi drainase untuk cegah banjir
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melakukan normalisasi drainase secara rutin di sejumlah kawasan untuk ANTARA News kepri 5 ...
Batam rutin normalisasi drainase untuk cegah banjir
Minggu, 27 September 2026 10:25 WIB
Arsip - Pemaparan beberapa kawasan titik banjir di Kota Batam oleh tim DBMSDA Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) melakukan normalisasi drainase secara rutin di sejumlah kawasan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mencegah terjadinya genangan.
Kepala DBMSDA Batam Metra Dinata mengatakan normalisasi drainase dilakukan sekitar tiga bulan sekali, terutama pada saluran yang berpotensi mengalami penyumbatan akibat sampah maupun sedimentasi.
“Normalisasi drainase dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air agar bisa mengalirkan air hujan dengan lancar serta mencegah terjadinya genangan dan banjir,” kata Metra saat dihubungi di Batam, Minggu.
Ia mengatakan sejumlah lokasi yang menjadi sasaran normalisasi di antaranya drainase di Simpang Kepri Mall, Cahaya Garden, Perumahan PKJ Bengkong, belakang Orchard Taman Niaga Mas, Simpang Helm, kawasan Rumah Sakit Awal Bros, Kodim Batu Aji, Dana Graha, SMP 28, Benih Raya Marina, dan Simpang Makam Pahlawan.
Menurut dia, normalisasi menjadi salah satu langkah jangka pendek yang dilakukan pemerintah untuk menjaga fungsi drainase sebelum penanganan permanen dilakukan melalui pembangunan infrastruktur.
“Terakhir kami normalisasi drainase pada Juni, insya Allah bulan ini akan dilakukan normalisasi lagi. Harusnya tiga bulan sekali dilakukan normalisasi,” ujarnya.
Sementara untuk kawasan Nagoya, pemerintah memiliki dua rumah pompa dengan kapasitas masing-masing 1.500 liter per detik untuk membantu mengalirkan air saat terjadi genangan.
Khusus kawasan Bengkong, Metra mengatakan pemerintah telah menyiapkan penanganan melalui pembangunan kolam retensi permanen di kawasan Cahaya Garden yang direncanakan pada 2027.
“Kemarin pada hari Selasa (22/9) terjadi banjir di kawasan Bengkong Swadebi. Ini dipengaruhi oleh limpasan air dari perumahan Cahaya Garden dan dari kawasan SMP 6 Sei Panas, yang bertemu di Bengkong Swadebi,” kata dia.
Kondisi semakin parah ketika bertepatan dengan pasang air laut sehingga aliran menuju laut tertahan.
“Di Bengkong kemarin juga ada plat, sedimen dan batuan yang menutupi drainase sehingga membuat genangan,” katanya.
Metra mengatakan pembangunan kolam retensi Cahaya Garden akan dilengkapi pintu air sehingga air dapat ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan secara bertahap.
Ia memastikan bahwa rencana pembangunan kolam retensi telah masuk dalam Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DBMSDA untuk 2027.
“Selain di Bengkong, untuk 2027 kita juga menganggarkan untuk beberapa kawasan di Sekupang dan Sagulung, satunya juga di depan SP Plaza dimana genangan sering terjadi. Akan kami tangani secara bertahap,” kata dia.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.