Basarnas evakuasi tiga korban reruntuhan bangunan akibat gempa NTT - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). "Jadi, tiga korban t...
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Sabtu.
Edy Prakoso mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka. Bangunan dilaporkan roboh pascagempa yang pusatnya berada di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo pagi ini.
"Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga," kata dia.
Kantor SAR Maumere mengkonfirmasi korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Meliana Nenong (54), seorang perempuan. Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulasaraan.
"Jadi tiga korban, mereka berhasil dievakuasi, satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata dia.
Edy menjelaskan bahwa tim SAR gabungan termasuk personel Kantor SAR Maumere saat ini dikerahkan ke pusat dampak di Kabupaten Nagekeo serta lokasi terdampak lainnya guna memperluas penyisiran dan evakuasi.
Basarnas terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta unsur TNI-Polri untuk mengonsolidasikan pendataan seluruh korban dan memastikan penanganan darurat di lapangan berjalan cepat.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.