pickleballvnz.com

Barantin kerja sama dengan Uruguay perluas ekspor ke Amerika Latin

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperluas potensi ekspor komoditas Indonesia ke wilayah Amerika Latin melalui penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Peternakan, Pertanian dan Per...

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperluas potensi ekspor komoditas Indonesia ke wilayah Amerika Latin melalui penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Peternakan, Pertanian dan Perikanan Uruguay.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan kerja sama ini mencakup adopsi teknologi sanitari dan fitosanitari (SPS) untuk meningkatkan standar keamanan teknis ekspor dan impor barang di negara tujuan, Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk produk perikanan, dan penandatanganan untuk impor telur ikan atau caviar dari Uruguay dan ekspor jeruk segar.

“Saya kira kerja sama ini tidak hanya sekedar kerja sama kirim-mengirim produk tetapi juga kita mencoba untuk transfer of knowledge bagaimana agar hal-hal baik bisa menjadi positif nanti di pertanian dan peternakan kita di Indonesia termasuk ekspor-impor kita,” kata Karding dalam konferensi pers usai penandatanganan MoU Indonesia-Uruguay di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan kerja sama ini dilakukan karena melihat Uruguay sebagai negara yang memiliki letak strategis sebagai pintu masuk ke negara Amerika Latin dan juga integrasi ekonomi untuk wilayah Amerika Selatan.

Selain itu, Barantin juga ingin mengadopsi kecanggihan dan standar sistem ketertelusuran atau traceability Uruguay yang dinilai cukup baik dan dikenal sebagai standar yang mumpuni di negaranya.

Selain itu Karding juga menilai Uruguay memiliki standar pengelolaan sektor pertanian yang sangat efisien dan efektif yang dapat dipelajari Indonesia agar dapat mengirimkan komoditas dari dalam negeri ke negara Amerika dengan kualitas yang jauh lebih baik.

“Mereka ini standarnya bagus. Jadi kalau kita sudah bisa memenuhi standarnya di Uruguay itu, otomatis sudah fast track termasuk daerahnya,” katanya.

Kerja sama tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi yang besar. Sepanjang 2024 hingga Juli 2026, tercatat 27 komoditas unggulan Indonesia telah menembus pasar Uruguay, antara lain kelapa parut, produk olahan kakao, tepung kelapa, ikan tetra, dan cangkang kerang.

Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke Uruguay mencapai Rp120,4 miliar. Sementara nilai impor Indonesia dari Uruguay tercatat Rp507,9 miliar.

Karding melihat masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan ekspor, khususnya produk pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan. Ia berharap neraca perdagangan dengan Uruguay bisa lebih proporsional.

Sementara itu Duta Besar Uruguay untuk Indonesia Cristina González mengatakan penandatanganan memorandum dan kerja sama ini tidak hanya untuk pertukaran komoditas tapi juga membantu meningkatkan level Indonesia untuk bisa masuk ke negara Amerika.

“Jadi kami mendukung hubungan perdagangan yang lebih kuat dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Christina.

Melalui kerja sama ini, Barantin menargetkan ekspor komoditas Indonesia diantaranya ke Argentina dan juga Brazil melalui pintu masuk dari Uruguay. Karding juga mengatakan dengan adanya kerja sama ini diharapkan volume ekspor Indonesia ke negara-negara Amerika Latin menjadi lebih besar dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Produk olahan kelapa ini mampu tembus pasar Eropa dan Amerika

Baca juga: ARLI klaim ekspor rumput laut ke Amerika meningkat

Baca juga: Kota Banjarmasin ekspor ratusan tanaman hias ke Amerika Serikat

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.