pickleballvnz.com

Banyumas mendorong pembinaan atlet melalui perbaikan lintasan stadion

Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong penguatan pembinaan atlet melalui perbaikan lintasan lari di stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, yang ANTARA News jateng peristiwa ...

Banyumas mendorong pembinaan atlet melalui perbaikan lintasan stadion

Minggu, 13 September 2026 13:46 WIB

Image Print

Dua anggota Gerakan Pramuka berjalan melintasi lintasan lari yang terbuat dari tanah dalam kegiatan Upacara Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Daerah Jawa Tengah di Stadion Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (10/9/2026). (ANTARA/Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong penguatan pembinaan atlet melalui perbaikan lintasan lari di stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, yang belum pernah diganti sejak infrastruktur itu dibangun pada era 1990-an.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sarana Prasarana Olahraga GOR Satria Purwokerto Ade Bahtiar di Purwokerto, Minggu, mengatakan kondisi lintasan yang masih berupa tanah dan belum memenuhi standar nasional menjadi salah satu fasilitas yang perlu segera dibenahi.

Terkait dengan hal itu, pihaknya telah mengusulkan anggaran 2027 untuk memperbaiki rumput stadion sekaligus lintasan lari menggunakan material tartan yang menyerupai lintasan karet.

Ade mengatakan berdasarkan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), kebutuhan perbaikan rumput dan lintasan lari diperkirakan mencapai Rp11 miliar, terdiri atas sekitar Rp4 miliar untuk rumput stadion dan Rp7 miliar untuk lintasan lari.

"Usulan tersebut telah dimasukkan dalam rencana anggaran induk pada APBD Tahun 2027, semoga bisa terealisasi," ujar Ade.

Dia melanjutkan, lintasan yang sesuai standar akan memberikan ruang latihan lebih aman dan representatif bagi atlet, khususnya cabang olahraga lari dan atletik.

Dengan demikian, kata dia, perbaikan tersebut dapat mendukung peningkatan prestasi atlet Kabupaten Banyumas, baik level daerah maupun nasional.

Menurut dia, kondisi lintasan saat ini juga berisiko bagi atlet karena salah seorang atlet cabang olahraga lari dilaporkan terjatuh hingga mengalami cedera ketika menjalani persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten pada Agustus 2026.

“Selain berisiko bagi atlet, lintasan tanah menyebabkan debu saat musim kemarau. Ketika ada kegiatan besar, petugas bahkan harus melakukan penyiraman menggunakan armada pemadam kebakaran untuk mengurangi debu," tutur Ade.

Dia menambahkan, lintasan lari pada stadion sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Semarang, Solo, Kudus, Jepara, Kebumen, Cilacap, dan Batang, telah menggunakan lintasan berbahan material tartan

Menurut Ade, kondisi lintasan Stadion Satria yang belum memenuhi standar nasional menjadi salah satu kendala Banyumas untuk menjadi tuan rumah pertandingan atletik tingkat provinsi maupun nasional.

"Kalau diperbaiki dengan level nasional, itu jelas akan meningkatkan minat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan atletik ketika nasional," kata dia.

Menurut dia, pembenahan lintasan juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena Stadion Satria dapat lebih banyak digunakan untuk berbagai kejuaraan olahraga.

Selain itu, Ade yakin lintasan yang lebih layak meningkatkan animo masyarakat untuk berolahraga.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.