Bank Mega Syariah Bidik Nasabah Baru Lewat Strategi Komunitas
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Mega Syariah mulai memperkuat strategi berbasis komunitas untuk memperluas basis nasabah. Pendekatan ini dilakukan dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada prod...
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Mega Syariah mulai memperkuat strategi berbasis komunitas untuk memperluas basis nasabah. Pendekatan ini dilakukan dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada produk perbankan, tetapi juga menyentuh kebutuhan spiritual, kesehatan mental, hingga edukasi keuangan.
Strategi tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan "Di Antara Doa Vol. 1" yang digelar di Masjid Jami Bintaro Jaya Sektor 1 pada Sabtu (29/8). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-22 Bank Mega Syariah tersebut dihadiri sekitar 1.500 peserta.
Acara itu menghadirkan kajian dan diskusi dengan tema "Allah Menilai Proses, Bukan Hanya Hasil", dengan menghadirkan Ustaz Fatih Karim, Ustaz Jojo Ali Yusuf, serta Muslim Mental Health Educator Silmy Risman.
Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo mengatakan pendekatan komunitas menjadi bagian dari upaya perseroan menerjemahkan pertumbuhan bisnis menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
"Bagi kami, pertumbuhan tidak berhenti pada pencapaian angka-angka kinerja. Pertumbuhan juga harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat," ujar Yuwono dikutip dari keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, melalui kegiatan tersebut perseroan ingin menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan penguatan spiritual sekaligus perspektif mengenai doa, ikhtiar, proses, dan hasil dalam kehidupan.
Di balik pendekatan tersebut, Bank Mega Syariah juga menyasar peluang bisnis dari terbentuknya kedekatan dengan komunitas. Yuwono menyebut pendekatan berbasis komunitas diharapkan dapat menambah jumlah nasabah baru, meningkatkan simpanan dana masyarakat, serta mendorong penggunaan aplikasi digital Bank Mega Syariah secara berkelanjutan.
Salah satu produk yang turut diperkenalkan melalui edukasi tersebut adalah Tabungan Haji iB Bank Mega Syariah. Produk ini tersedia bagi nasabah dewasa maupun anak-anak, dengan setoran awal ringan dan tanpa biaya administrasi bulanan.
Sistem tabungan tersebut juga telah terhubung secara online dengan SISKOHAT Kementerian Agama, sehingga nasabah dapat melakukan pendaftaran porsi haji.
Kinerja produk tersebut juga menunjukkan pertumbuhan. Per Juni 2026, posisi Tabungan Haji Bank Mega Syariah telah mencapai lebih dari Rp336 miliar, tumbuh sekitar 5,1% dibandingkan posisi akhir 2025.
Selain menggarap kebutuhan perencanaan haji, Bank Mega Syariah juga mendorong konsep menabung atau berinvestasi yang dibarengi dengan berbagi melalui program MeSya Berbagi Berkah bersama CT ARSA Foundation. Program tersebut mengajak nasabah untuk berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Ke depan, kegiatan "Di Antara Doa" direncanakan digelar secara rutin di berbagai masjid dengan menghadirkan ustaz dan narasumber yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]